Mengapa Sayuran Berdaun Tidak Suka Disimpan dalam Plastik Tertutup?
- kiosayur
- Jan 12
- 2 min read

Sayuran berdaun seperti bayam, kangkung, selada, dan sawi dikenal sangat sensitif terhadap cara penyimpanan. Banyak orang mengira menyimpan sayur dalam plastik tertutup rapat akan membuatnya lebih awet, padahal justru sebaliknya. Kesalahan penyimpanan ini sering menyebabkan sayuran cepat layu, berlendir, bahkan membusuk.
Lalu, mengapa sayuran berdaun tidak “suka” disimpan dalam plastik tertutup? Jawabannya berkaitan dengan sifat alami sayur yang masih “hidup” setelah dipanen.
1. Sayuran Berdaun Masih Bernapas
Setelah dipanen, sayuran berdaun tetap melakukan proses respirasi (bernapas). Proses ini menghasilkan gas dan uap air.
Menurut Food and Agriculture Organization (FAO), sayuran segar yang disimpan dalam wadah tertutup rapat akan mengalami penumpukan gas hasil respirasi, yang mempercepat proses pelayuan dan pembusukan.
Plastik tertutup menghambat sirkulasi udara, sehingga sayuran “tercekik” dan kualitasnya menurun lebih cepat.
2. Kelembapan Berlebih Memicu Pembusukan
Plastik tertutup menciptakan kondisi lembap di dalam kemasan. Kelembapan tinggi ini menjadi lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri dan jamur.
Menurut United States Department of Agriculture (USDA), sayuran berdaun yang terlalu lembap akan lebih cepat berlendir dan berbau, terutama jika disimpan dalam suhu dingin tanpa ventilasi udara.
Inilah alasan mengapa sayuran berdaun sering rusak hanya dalam 1–2 hari jika disimpan dalam plastik tertutup rapat.
3. Gas Etilen Mempercepat Kerusakan
Beberapa sayuran menghasilkan gas etilen, yaitu hormon alami yang mempercepat proses pematangan dan penuaan.
Menurut National Center for Biotechnology Information (NCBI), akumulasi gas etilen dalam ruang tertutup dapat mempercepat kerusakan jaringan daun, menyebabkan warna menguning dan tekstur melemah.
Plastik tertutup tanpa lubang ventilasi membuat gas ini terperangkap dan mempercepat kerusakan sayuran.
4. Daun Lebih Mudah Mengalami Kondensasi
Perubahan suhu, terutama saat sayur dikeluarkan dari kulkas, menyebabkan uap air mengembun di dalam plastik tertutup. Tetesan air ini langsung menempel pada daun.
Menurut Harvard Health Publishing, daun yang terus-menerus basah akan kehilangan struktur selnya, sehingga mudah layu dan membusuk. Kondisi ini sering terjadi pada selada, bayam, dan daun kemangi.
5. Cara Penyimpanan Sayuran Berdaun yang Benar
Agar sayuran berdaun tetap segar lebih lama, lakukan beberapa langkah berikut:
Gunakan plastik berlubang atau wadah dengan ventilasi udara
Lap atau tiriskan sayur hingga kering sebelum disimpan
Bungkus sayur dengan kertas atau tisu dapur untuk menyerap kelembapan
Simpan di laci khusus sayur dalam kulkas (crisper drawer)
Jangan mencuci sayur sebelum disimpan jika belum akan digunakan
Menurut FAO dan USDA, metode ini terbukti dapat memperpanjang kesegaran sayuran berdaun hingga beberapa hari lebih lama.
Sayuran berdaun tidak cocok disimpan dalam plastik tertutup karena membutuhkan sirkulasi udara yang baik. Plastik tertutup justru meningkatkan kelembapan, menahan gas etilen, dan mempercepat pembusukan.
Dengan memahami karakter alami sayuran dan menerapkan cara penyimpanan yang tepat, kualitas dan kesegaran sayur dapat terjaga lebih lama, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun dapur usaha.







Comments