top of page

6 Tips Menyimpan Sayur dan Buah Agar Tetap Segar Lebih Lama

menyimpan sayur

Menyimpan sayur dan buah dengan cara yang tepat tidak hanya menjaga tampilannya tetap segar, tetapi juga berperan penting dalam mempertahankan kandungan gizi di dalamnya. Kesalahan penyimpanan bisa membuat sayuran cepat layu, buah mudah busuk, bahkan kehilangan nutrisi penting seperti vitamin dan antioksidan.


Agar stok dapur tetap awet dan tidak banyak terbuang, berikut 6 tips menyimpan sayur dan buah segar agar lebih tahan lama yang bisa diterapkan di rumah maupun untuk kebutuhan dapur usaha.


1. Periksa Kondisi Sayur dan Buah Sejak Awal

Pastikan sayur dan buah yang baru dibeli berada dalam kondisi baik, tidak memar, berlubang, atau berubah warna. Buah dengan kulit yang rusak lebih rentan ditumbuhi jamur dan bakteri penyebab pembusukan.


Menurut Food and Agriculture Organization (FAO), satu bahan pangan yang rusak dapat mempercepat pembusukan bahan lain di sekitarnya. Karena itu, lakukan pengecekan secara berkala dan segera pisahkan bagian yang mulai rusak.


2. Cuci Bersih, Lalu Keringkan Sebelum Disimpan

Sayuran sebaiknya dicuci menggunakan air mengalir untuk menghilangkan sisa tanah, pestisida, dan mikroorganisme. Namun, pastikan sayur benar-benar kering sebelum masuk kulkas. Kelembapan berlebih dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan jamur. Gunakan lap bersih atau spinner sayur untuk mengeringkan air sisa pencucian.


Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kebersihan bahan pangan berperan besar dalam memperpanjang masa simpan dan menjaga keamanan makanan.


3. Pisahkan Penyimpanan Buah dan Sayur

Buah dan sayur sebaiknya tidak disimpan dalam satu wadah. Beberapa buah seperti pisang, apel, dan alpukat menghasilkan gas etilen yang dapat mempercepat pematangan dan pembusukan sayuran di sekitarnya.

Untuk menjaga kesegaran:

  • Simpan buah dan sayur di laci kulkas yang berbeda

  • Gunakan wadah atau plastik terpisah

Menurut US Department of Agriculture (USDA), pemisahan ini efektif memperlambat proses pembusukan alami.


4. Simpan pada Suhu yang Sesuai

Tidak semua buah dan sayur cocok disimpan di suhu dingin. Sebagian sayur seperti wortel, brokoli, dan sawi cocok disimpan di kulkas, sementara bawang, kentang, dan labu sebaiknya disimpan di suhu ruang yang sejuk dan kering.


Suhu yang terlalu dingin atau terlalu panas dapat merusak tekstur dan rasa bahan pangan. Menjaga suhu ideal akan memperlambat proses respirasi alami pada buah dan sayur.


5. Hindari Suhu Ekstrem

Menyimpan buah dan sayur di suhu ekstrem terlalu panas atau terlalu dingin dapat menyebabkan:

  • Tekstur lembek

  • Rasa berubah

  • Buah menjadi keriput atau berair saat dicairkan

Freezer sebaiknya hanya digunakan untuk sayur tertentu yang memang akan dibekukan. Jika tidak, simpanlah di chiller dengan suhu stabil.


6. Jaga Kelembapan Saat Penyimpanan

Kelembapan adalah kunci kesegaran sayur dan buah. Sayuran berdaun membutuhkan kelembapan lebih tinggi agar tidak layu. Gunakan plastik berlubang atau wadah tertutup dengan sirkulasi udara.


Lubang kecil pada plastik membantu menjaga kelembapan tanpa membuat sayur menjadi lembap berlebihan dan berjamur. Menurut Journal of Food Science, keseimbangan antara udara dan kelembapan dapat memperpanjang kesegaran sayur hingga beberapa hari lebih lama.


Cara menyimpan sayur dan buah yang tepat sangat menentukan kesegaran, rasa, dan kandungan gizinya. Dengan memperhatikan kondisi awal, kebersihan, suhu, dan kelembapan, Anda bisa mengurangi pemborosan bahan pangan sekaligus menjaga kualitas makanan yang dikonsumsi.


Baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun dapur usaha, penyimpanan yang benar akan membuat bahan segar lebih awet dan bernilai lebih tinggi.


Comments


© 2025 Kiosayur. All rights reserved.

bottom of page