top of page

Tak Suka Makan Sayur? Bisa Jadi Dipengaruhi Faktor Genetik

Dec 19, 2025
2 min read
tidak suka makan sayur

Banyak orang mengaku tidak suka makan sayur karena rasanya pahit atau tidak enak. Padahal, sayur merupakan komponen penting dalam pola makan sehat. Menariknya, ketidaksukaan terhadap sayur ternyata tidak selalu soal kebiasaan, tetapi juga bisa dipengaruhi oleh faktor genetik.


Lantas, benarkah ada gen yang membuat seseorang tidak suka makan sayur? Berikut penjelasan ilmiahnya.


Gen Perasa dan Rasa Pahit pada Sayur

Menurut penelitian di bidang genetika nutrisi, manusia memiliki gen khusus yang mengatur kepekaan lidah terhadap rasa pahit, yaitu gen TAS2R38. Gen ini memengaruhi bagaimana lidah merespons senyawa pahit alami yang banyak ditemukan pada sayuran hijau.


Sayuran seperti brokoli, bayam, kubis, dan sawi mengandung senyawa alami seperti glukosinolat, yang bagi sebagian orang terasa sangat pahit.

Penelitian dari University of Kentucky, Amerika Serikat, menyebutkan bahwa:

  • Orang dengan varian gen tertentu (PAV) lebih sensitif terhadap rasa pahit

  • Mereka cenderung menghindari sayuran hijau

  • Konsumsi sayur pada kelompok ini terbukti lebih rendah dibandingkan orang yang tidak sensitif terhadap rasa pahit

Dengan kata lain, lidah sebagian orang memang “dirancang” lebih peka terhadap pahit.


Apakah Faktor Genetik Membuat Seseorang Mustahil Suka Sayur?

Jawabannya: tidak.


Walaupun gen berperan, faktor genetik bukanlah vonis seumur hidup. Menurut para ahli gizi, preferensi rasa bisa berubah seiring waktu.

Menurut Klikdokter dan sejumlah jurnal nutrisi, paparan rasa pahit yang dilakukan secara bertahap dan berulang dapat:

  • Mengurangi sensitivitas lidah terhadap rasa pahit

  • Membantu tubuh beradaptasi

  • Membentuk kebiasaan makan baru yang lebih sehat

Artinya, kebiasaan dan lingkungan tetap memegang peran besar.


Dampak Jarang Makan Sayur bagi Kesehatan

Tidak suka makan sayur—apa pun penyebabnya—bisa berdampak serius bagi kesehatan, antara lain:

  • Gangguan pencernaan dan sembelit

  • Risiko obesitas

  • Kadar gula darah tidak stabil

  • Kekurangan vitamin dan mineral

  • Meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker

Menurut Kementerian Kesehatan RI, sayur merupakan sumber utama serat, folat, vitamin A, C, dan K yang sulit digantikan oleh makanan lain.


Cara Mengatasi Tidak Suka Sayur karena Faktor Genetik

Jika kamu termasuk yang sensitif terhadap rasa pahit, beberapa cara ini bisa membantu:

1. Ubah Cara Mengolah

Mengukus, menumis ringan, atau memanggang sayur dapat mengurangi rasa pahit dibandingkan merebus terlalu lama.

2. Kombinasikan dengan Bahan Lain

Campurkan sayur dengan telur, tahu, tempe, daging, atau saus sehat agar rasanya lebih seimbang.

3. Mulai dari Sayur yang Rasanya Netral

Contohnya wortel, labu, kentang, buncis, atau jagung sebelum beralih ke sayur hijau.

4. Konsumsi Secara Bertahap

Paparan berulang membantu lidah beradaptasi. Jangan langsung memaksa dalam porsi besar.

5. Kurangi Junk Food

Makanan ultra-proses dengan rasa kuat dapat menurunkan sensitivitas lidah terhadap rasa alami sayur.


Peran Orang Tua dalam Membentuk Kebiasaan Anak

Menurut American Academy of Pediatrics, anak yang dibiasakan makan sayur sejak dini cenderung membawa kebiasaan tersebut hingga dewasa, terlepas dari faktor genetik. Anak juga belajar dari contoh. Ketika orang tua rutin makan sayur, anak akan lebih mudah meniru.


Tidak suka makan sayur memang bisa dipengaruhi oleh faktor genetik, terutama gen perasa yang membuat lidah lebih sensitif terhadap rasa pahit. Namun, gen bukan satu-satunya penentu. Dengan kebiasaan, pengolahan yang tepat, dan paparan bertahap, siapa pun tetap bisa belajar menyukai sayur dan memperoleh manfaat kesehatannya.


Ingat, tubuh membutuhkan sayur setiap hari—bukan hanya saat sakit.


6 Comments


Keece Thomas
3 days ago

I used to wonder why some vegetables tasted much more bitter to me than they did to my friends. Reading that genetics can influence how we experience certain flavours made that childhood mystery make more sense. I’m a PhD student and work part-time at The Dissertation Help. During my college days, I struggled academically, which inspired me to help others. That experience taught me to stay curious and look beyond first impressions. I now bring that mindset to research and learning, including nursing dissertation service. Such a helpful discussion. I appreciate how openly everyone shares their experiences.🙃

Like

This post was interesting because it explains that genetics may play a part in why some people do not like eating vegetables. I always thought it was only about taste. During a busy semester, I also used assignment writing service support to keep my coursework organized, which gave me more time to learn about healthy eating habits. It is always good to understand our bodies better.

Like

Kevin Lim
Kevin Lim
Apr 07

Dengan materi yang terorganisir, Informatika Kelas 8 membantu meningkatkan pemahaman digital siswa secara bertahap. Cocok untuk belajar mandiri.

Like

Program IPS Kelas 9 dirancang untuk membantu siswa memahami dinamika sosial secara lebih mendalam. Materi lengkap dan terstruktur membuat belajar lebih fokus.

Like

Jenny Vee
Jenny Vee
Feb 04

Proses belajar yang terencana dapat membantu siswa memahami materi yang semakin menantang. Dalam program Matematika Kelas 10 di UNICCM School mengajarkan penerapan konsep dan pemecahan masalah. Pengalaman belajar Anda menjadi lebih terarah dan efisien.

Like

© 2026 Kiosayur. All rights reserved.

Powered by CV Rekayasa Agro Teknologi

bottom of page