top of page

Tak Suka Makan Sayur? Bisa Jadi Dipengaruhi Faktor Genetik

tidak suka makan sayur

Banyak orang mengaku tidak suka makan sayur karena rasanya pahit atau tidak enak. Padahal, sayur merupakan komponen penting dalam pola makan sehat. Menariknya, ketidaksukaan terhadap sayur ternyata tidak selalu soal kebiasaan, tetapi juga bisa dipengaruhi oleh faktor genetik.


Lantas, benarkah ada gen yang membuat seseorang tidak suka makan sayur? Berikut penjelasan ilmiahnya.


Gen Perasa dan Rasa Pahit pada Sayur

Menurut penelitian di bidang genetika nutrisi, manusia memiliki gen khusus yang mengatur kepekaan lidah terhadap rasa pahit, yaitu gen TAS2R38. Gen ini memengaruhi bagaimana lidah merespons senyawa pahit alami yang banyak ditemukan pada sayuran hijau.


Sayuran seperti brokoli, bayam, kubis, dan sawi mengandung senyawa alami seperti glukosinolat, yang bagi sebagian orang terasa sangat pahit.

Penelitian dari University of Kentucky, Amerika Serikat, menyebutkan bahwa:

  • Orang dengan varian gen tertentu (PAV) lebih sensitif terhadap rasa pahit

  • Mereka cenderung menghindari sayuran hijau

  • Konsumsi sayur pada kelompok ini terbukti lebih rendah dibandingkan orang yang tidak sensitif terhadap rasa pahit

Dengan kata lain, lidah sebagian orang memang “dirancang” lebih peka terhadap pahit.


Apakah Faktor Genetik Membuat Seseorang Mustahil Suka Sayur?

Jawabannya: tidak.


Walaupun gen berperan, faktor genetik bukanlah vonis seumur hidup. Menurut para ahli gizi, preferensi rasa bisa berubah seiring waktu.

Menurut Klikdokter dan sejumlah jurnal nutrisi, paparan rasa pahit yang dilakukan secara bertahap dan berulang dapat:

  • Mengurangi sensitivitas lidah terhadap rasa pahit

  • Membantu tubuh beradaptasi

  • Membentuk kebiasaan makan baru yang lebih sehat

Artinya, kebiasaan dan lingkungan tetap memegang peran besar.


Dampak Jarang Makan Sayur bagi Kesehatan

Tidak suka makan sayur—apa pun penyebabnya—bisa berdampak serius bagi kesehatan, antara lain:

  • Gangguan pencernaan dan sembelit

  • Risiko obesitas

  • Kadar gula darah tidak stabil

  • Kekurangan vitamin dan mineral

  • Meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker

Menurut Kementerian Kesehatan RI, sayur merupakan sumber utama serat, folat, vitamin A, C, dan K yang sulit digantikan oleh makanan lain.


Cara Mengatasi Tidak Suka Sayur karena Faktor Genetik

Jika kamu termasuk yang sensitif terhadap rasa pahit, beberapa cara ini bisa membantu:

1. Ubah Cara Mengolah

Mengukus, menumis ringan, atau memanggang sayur dapat mengurangi rasa pahit dibandingkan merebus terlalu lama.

2. Kombinasikan dengan Bahan Lain

Campurkan sayur dengan telur, tahu, tempe, daging, atau saus sehat agar rasanya lebih seimbang.

3. Mulai dari Sayur yang Rasanya Netral

Contohnya wortel, labu, kentang, buncis, atau jagung sebelum beralih ke sayur hijau.

4. Konsumsi Secara Bertahap

Paparan berulang membantu lidah beradaptasi. Jangan langsung memaksa dalam porsi besar.

5. Kurangi Junk Food

Makanan ultra-proses dengan rasa kuat dapat menurunkan sensitivitas lidah terhadap rasa alami sayur.


Peran Orang Tua dalam Membentuk Kebiasaan Anak

Menurut American Academy of Pediatrics, anak yang dibiasakan makan sayur sejak dini cenderung membawa kebiasaan tersebut hingga dewasa, terlepas dari faktor genetik. Anak juga belajar dari contoh. Ketika orang tua rutin makan sayur, anak akan lebih mudah meniru.


Tidak suka makan sayur memang bisa dipengaruhi oleh faktor genetik, terutama gen perasa yang membuat lidah lebih sensitif terhadap rasa pahit. Namun, gen bukan satu-satunya penentu. Dengan kebiasaan, pengolahan yang tepat, dan paparan bertahap, siapa pun tetap bisa belajar menyukai sayur dan memperoleh manfaat kesehatannya.


Ingat, tubuh membutuhkan sayur setiap hari—bukan hanya saat sakit.


2 Comments


Jenny Vee
Jenny Vee
a day ago

Proses belajar yang terencana dapat membantu siswa memahami materi yang semakin menantang. Dalam program Matematika Kelas 10 di UNICCM School mengajarkan penerapan konsep dan pemecahan masalah. Pengalaman belajar Anda menjadi lebih terarah dan efisien.

Like

Anak akan lebih berani mencoba ketika suasana belajar terasa aman. Lingkungan belajar positif di UNICCM School mendorong siswa aktif bertanya dan bereksplorasi. Yuk, jadikan belajar pengalaman yang menyenangkan.


Like

© 2025 Kiosayur. All rights reserved.

bottom of page