Sayuran yang Paling Cepat Kehilangan Nutrisi Setelah Dipetik
- kiosayur
- Jan 1
- 2 min read

Banyak orang mengira sayuran tetap bernutrisi tinggi selama tampilannya masih segar. Padahal, sejak dipetik dari tanaman, sayuran langsung mengalami proses penurunan nutrisi. Proses respirasi, paparan cahaya, suhu, dan waktu penyimpanan berperan besar dalam mengurangi kandungan vitamin dan mineral di dalamnya.
Menurut Food and Agriculture Organization (FAO), beberapa vitamin seperti vitamin C dan folat sangat sensitif terhadap panas, oksigen, dan waktu simpan. Artinya, semakin lama sayuran disimpan tanpa penanganan yang tepat, semakin besar nutrisi yang hilang.
Daftar Sayuran yang Paling Cepat Kehilangan Nutrisi
1. Bayam
Bayam termasuk sayuran dengan penurunan nutrisi paling cepat.Menurut USDA, bayam dapat kehilangan hingga 50% kandungan vitamin C hanya dalam waktu 24–48 jam setelah dipetik jika disimpan pada suhu ruang.
2. Brokoli
Brokoli kaya vitamin C dan antioksidan, namun sangat sensitif terhadap suhu.Dikutip dari Journal of Agricultural and Food Chemistry, brokoli dapat kehilangan lebih dari 45% vitamin C dalam dua hari jika tidak segera didinginkan.
3. Selada
Selada tampak segar, tetapi kandungan gizinya cepat menurun. Menurut Healthline, selada mengalami penurunan vitamin A dan folat dengan cepat akibat kandungan air yang tinggi dan daun yang tipis.
4. Kangkung
Kangkung termasuk sayuran daun yang respirasi selnya sangat aktif. Menurut FAO, sayuran daun seperti kangkung mengalami penyusutan nutrisi lebih cepat dibanding sayur buah karena struktur daunnya yang tipis dan mudah layu.
5. Sawi Hijau
Sawi hijau kaya vitamin K dan C, tetapi kandungan ini cepat menurun jika disimpan terlalu lama. Paparan cahaya dan udara mempercepat degradasi vitamin, terutama jika disimpan tanpa kemasan pelindung.
6. Daun Bawang
Meski terlihat kuat, daun bawang mengalami penurunan vitamin C cukup signifikan. Menurut Everyday Health, daun bawang sebaiknya dikonsumsi dalam beberapa hari setelah dipetik untuk mendapatkan manfaat maksimal.
7. Peterseli
Peterseli dikenal kaya antioksidan, namun cepat kehilangan nutrisinya. Penelitian yang dikutip Medical News Today menyebutkan bahwa herba segar seperti peterseli kehilangan nutrisi lebih cepat dibanding sayuran bertekstur keras.
Faktor yang Mempercepat Hilangnya Nutrisi Sayuran
Beberapa faktor utama penyebab nutrisi sayuran cepat berkurang antara lain:
Waktu penyimpanan terlalu lama
Suhu yang tidak sesuai
Paparan cahaya langsung
Sayuran disimpan dalam kondisi basah
Proses distribusi yang terlalu panjang
Tips Menjaga Nutrisi Sayuran Tetap Optimal
Agar kandungan gizi sayuran tetap terjaga, lakukan langkah berikut:
Konsumsi sayuran secepat mungkin setelah dipetik
Simpan sayuran daun di lemari pendingin suhu rendah
Gunakan wadah tertutup berlubang agar sirkulasi udara seimbang
Jangan mencuci sayuran sebelum disimpan
Pilih sayuran dari pemasok yang distribusinya singkat dan segar
Bagi kebutuhan dapur usaha, memilih sayuran dengan fresh handling yang baik sangat menentukan kualitas nutrisi dan rasa masakan.







Comments