top of page

Mengapa Plant-Based Diet Semakin Populer? Ini Alasan yang Dibuktikan Riset!

Plant-Based Diet

Perubahan gaya hidup, kemajuan teknologi, hingga pola konsumsi serba instan membuat masyarakat mulai mencari cara hidup yang lebih sehat. Salah satu tren yang meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir adalah plant-based diet pola makan berbasis nabati yang menekankan konsumsi sayur, buah, kacang, dan biji-bijian.


Menurut World Vegan Organisation, jumlah vegan dan vegetarian dunia kini mencapai 700 juta orang. Di Indonesia, jumlahnya terus bertambah seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan lingkungan.


Bahkan tren kuliner vegan di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali melonjak pesat, terlihat dari banyaknya restoran vegan baru yang bermunculan.


Plant-Based, Vegan, atau Vegetarian? Masih Banyak yang Salah Paham

Meski tren ini terus naik, banyak orang masih bingung soal perbedaannya:

  • Plant-Based Diet

    Fokus pada makanan nabati, tetapi masih boleh makan produk hewani dalam jumlah kecil.

  • Vegetarian

    Tidak makan daging, tetapi masih mengonsumsi telur, susu, atau ikan (tergantung jenisnya).

  • Vegan

    Tidak mengonsumsi produk hewani apapun termasuk susu, keju, dan telur.


Data Tren: Orang Indonesia Mulai Kurangi Makanan Hewani

Survei Jakpat 2023 terhadap 1.614 responden menunjukkan:

  • 87% masih makan semua jenis makanan

  • 11% sudah mulai mengurangi konsumsi hewani

  • 2% sudah menjadi vegetarian

Dari angka 2% tersebut, 69% adalah pria

Hal ini sejalan dengan penelitian Banyte et al., 2022, yang menemukan bahwa pria lebih tertarik pada pola makan nabati untuk alasan kesehatan dan lingkungan.


3 Alasan Utama Plant-Based Diet Kian Populer

1. Mengurangi Risiko Penyakit Serius (55%)

Alasan terbesar masyarakat mengurangi konsumsi daging adalah demi kesehatan.

Penelitian Giromini & Givens (2022) menunjukkan bahwa konsumsi daging olahan dan tinggi lemak berkaitan dengan peningkatan risiko:

  • Penyakit jantung

  • Kanker

  • Demensia

  • Diabetes tipe-2

  • Resistensi insulin

Dosen Gizi UNAIR, Lailatul Muniroh, juga menegaskan bahwa:

“Konsumsi daging berlebihan meningkatkan risiko penyakit metabolik, pencernaan, dan obesitas.”

Sebaliknya, diet nabati membantu menurunkan kadar kolesterol dan menjaga berat badan tetap stabil.


2. Meningkatkan Metabolisme dan Membakar Kalori Lebih Efektif

Penelitian yang dipublikasikan oleh Medical News Today mencatat hasil menarik:

  • Diet plant-based meningkatkan pembakaran kalori hingga 18,7%

  • Rata-rata berat badan turun 6 kg dalam 16 minggu

  • Lemak tubuh berkurang

  • Resistensi insulin menurun

Artinya, plant-based diet bekerja bukan hanya pada berat badan, tetapi juga pada metabolisme seluler tubuh.


3. Membantu Menurunkan Berat Badan Secara Natural

Bahan pangan nabati umumnya lebih rendah kalori, lebih tinggi serat, dan kaya nutrisi. Inilah alasan plant-based diet sangat efektif untuk menurunkan berat badan.

Menurut dr. Devia Irine (KlikDokter), seseorang dapat memilih beragam sumber nabati seperti:

  • Sayur dan buah

  • Kacang, biji-bijian

  • Minyak sehat (olive oil, canola)

  • Susu nabati (almond, oat, kedelai)

Menu plant-based jauh lebih variatif daripada yang dibayangkan banyak orang.


Kesimpulan: Tren Plant-Based Diet Masih Akan Terus Naik

Kesadaran masyarakat tentang kesehatan, lingkungan, dan gaya hidup modern membuat plant-based diet semakin populer. Dukungan data survei, riset ilmiah, dan kemunculan banyak restoran vegan membuktikan bahwa pola makan ini bukan sekadar tren sesaat melainkan gerakan besar menuju gaya hidup yang lebih sehat.


Ingin memulai plant-based diet atau butuh pasokan sayur segar untuk restoran dan usaha kuliner?

Kiosayur menyediakan:

  • Sayuran premium

  • Pasokan stabil untuk restoran

  • Pengiriman harian Jabodetabek

  • Kualitas terjamin langsung dari petani

Pesan sekarang dan jaga kualitas hidangan Anda tetap terbaik.


Comments


© 2025 Kiosayur. All rights reserved.

bottom of page