top of page

4 Kesalahan Memasak yang Sering Bikin Masakan Gagal, Pernah Mengalaminya?

kesalahan memasak

Mencoba resep baru di dapur memang menyenangkan, tapi tak jarang hasil akhirnya justru jauh dari ekspektasi. Masakan bisa terlalu lembek, hambar, berminyak, atau bahkan tidak matang sempurna. Padahal, kegagalan tersebut sering kali bukan karena bahan yang salah, melainkan kesalahan teknis kecil saat memasak.


Menurut berbagai sumber kuliner seperti Primarasa dan Pondan, ada beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan, terutama oleh pemula, yang tanpa disadari bisa merusak hasil masakan. Berikut empat kesalahan memasak yang paling sering bikin masakan gagal—dan cara menghindarinya.


1. Tidak Membaca Resep dengan Teliti

Salah satu penyebab utama masakan gagal adalah kurang memahami resep secara menyeluruh. Banyak orang langsung memasak tanpa membaca detail langkah, urutan bumbu, atau teknik yang digunakan.


Padahal, resep biasanya memuat informasi penting seperti:

  • Urutan memasukkan bumbu

  • Teknik memasak (tumis, kukus, rebus, atau panggang)

  • Takaran dan waktu memasak yang presisi


Tips: Sebelum mulai memasak, baca resep dari awal sampai akhir. Bayangkan prosesnya, siapkan semua bahan (mise en place), dan pastikan tidak ada langkah yang terlewat.


2. Menggoreng Saat Minyak Belum Panas

Minyak yang belum cukup panas sering membuat hasil gorengan berminyak, lembek, dan tidak renyah. Hal ini terjadi karena bahan makanan menyerap minyak terlalu banyak sebelum lapisan luarnya matang.


Menurut referensi kuliner dari Pondan, suhu ideal minyak untuk menggoreng adalah sekitar 170–180°C. Jika suhunya kurang dari itu, tekstur makanan akan rusak.


Tips: Panaskan minyak terlebih dahulu hingga benar-benar panas. Jika terlanjur menggoreng saat minyak dingin, segera angkat bahan, panaskan minyak kembali, lalu goreng ulang.


3. Membuang Air Rebusan Pasta

Kesalahan ini sering terjadi saat memasak pasta. Banyak orang langsung membuang air rebusan pasta, padahal air tersebut mengandung pati alami yang sangat berguna untuk saus.


Menurut Primarasa, air rebusan pasta dapat membantu:

  • Mengentalkan saus secara alami

  • Membuat saus lebih menyatu dengan pasta

  • Menambah rasa gurih tanpa tambahan bumbu


Tips: Sisakan 1–2 sendok sayur air rebusan pasta sebelum dibuang, lalu campurkan ke dalam saus.


4. Terlalu Sering Membuka Tutup Panci atau Oven

Sering membuka tutup panci, kukusan, atau oven dapat membuat suhu memasak menjadi tidak stabil. Akibatnya, masakan—terutama kue atau makanan kukus—bisa bantat, keras, atau tidak matang merata.


Penurunan suhu mendadak saat tutup dibuka mengganggu proses pematangan, khususnya pada adonan yang membutuhkan panas konsisten.


Tips: Buka tutup panci atau oven hanya saat diperlukan, misalnya untuk mengecek kematangan di akhir waktu memasak.


Masakan gagal tidak selalu berarti Anda tidak jago memasak. Sering kali, kegagalan justru berasal dari kesalahan kecil yang terlihat sepele, seperti kurang membaca resep, salah teknik menggoreng, atau terlalu sering membuka panci.


Dengan memahami empat kesalahan di atas dan menerapkan teknik memasak yang tepat, peluang masakan berhasil akan jauh lebih besar—baik untuk masakan rumahan maupun dapur usaha.


Comments


© 2025 Kiosayur. All rights reserved.

bottom of page