12 Hal yang Terjadi pada Tubuh Akibat Kurang Makan Sayur
- kiosayur
- Dec 16, 2025
- 2 min read

Sayuran merupakan sumber utama vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang dibutuhkan tubuh setiap hari. Pedoman Gizi Seimbang Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan konsumsi 3–5 porsi sayur per hari untuk menjaga kesehatan optimal.
Sayangnya, gaya hidup serba praktis membuat banyak orang mengabaikan konsumsi sayur. Padahal, kurang makan sayur bisa berdampak serius bagi tubuh, baik dalam jangka pendek maupun panjang.
Berikut 12 hal yang dapat terjadi pada tubuh akibat kurang konsumsi sayuran.
1. Tubuh Mudah Memar
Kekurangan vitamin C akibat jarang makan sayur dapat membuat pembuluh darah lebih rapuh, sehingga kulit mudah memar. Sayuran kaya vitamin C antara lain brokoli, paprika, kubis, dan sayuran berdaun hijau.
Menurut American Journal of Clinical Nutrition, vitamin C berperan penting dalam pembentukan kolagen yang menjaga kekuatan jaringan kulit.
2. Mudah Lelah dan Kurang Energi
Sayuran berdaun hijau merupakan sumber asam folat alami. Kekurangan nutrisi ini dapat menyebabkan anemia ringan yang ditandai dengan tubuh lemas dan cepat lelah.
3. Daya Tahan Tubuh Menurun
Kurang makan sayur membuat tubuh kekurangan vitamin C, E, dan mineral penting seperti zinc dan magnesium. Akibatnya, sistem imun melemah dan tubuh lebih mudah terserang infeksi. Menurut World Health Organization (WHO), konsumsi sayur berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh.
4. Konsentrasi Menurun dan Mudah Lupa
Sayuran hijau mengandung lutein, nutrisi yang membantu fungsi kognitif dan memori otak. Tanpa asupan sayur yang cukup, fungsi otak bisa menjadi kurang optimal.
5. Sering Mengalami Kram Otot
Bayam dan brokoli kaya akan magnesium dan kalsium. Kekurangan mineral ini dapat menyebabkan kram otot, terutama di malam hari.
6. Berat Badan Mudah Naik
Sayur tinggi serat dan rendah kalori. Jika jarang makan sayur, rasa kenyang lebih cepat hilang sehingga memicu makan berlebih dan kenaikan berat badan.
7. Mudah Stres dan Mood Tidak Stabil
Sayuran mengandung asam folat dan antioksidan yang membantu produksi dopamin, hormon yang berperan dalam suasana hati. Kekurangannya dapat meningkatkan risiko stres dan gangguan mood.
8. Risiko Kanker Meningkat
Antioksidan dalam sayuran membantu melawan radikal bebas. American Institute for Cancer Research menyebutkan bahwa konsumsi sayur dan buah secara rutin dapat membantu menurunkan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker usus besar.
9. Sering Sariawan dan Gusi Berdarah
Kekurangan vitamin C, kalsium, dan magnesium dapat memicu sariawan serta perdarahan gusi. Sayuran hijau tua sangat dianjurkan untuk mencegah kondisi ini.
10. Mengalami Sembelit
Serat dalam sayuran membantu melancarkan pencernaan. Kurang makan sayur sering menyebabkan konstipasi, apalagi jika tidak diimbangi dengan asupan air yang cukup.
11. Risiko Penyakit Jantung
Sayuran mengandung beta-karoten dan vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan, membantu mencegah penumpukan plak kolesterol di pembuluh darah. Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, pola makan tinggi sayur berhubungan dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.
12. Kulit Cepat Kusam dan Keriput
Antioksidan, vitamin, dan mineral dalam sayuran membantu menjaga elastisitas kulit. Kurang konsumsi sayur dapat mempercepat penuaan dini.
Kurang makan sayur bukan sekadar masalah pencernaan, tetapi dapat memengaruhi hampir seluruh fungsi tubuh, mulai dari imun, otak, jantung, hingga kesehatan kulit.
Mulailah meningkatkan konsumsi sayur dengan cara sederhana, seperti:
menambahkan sayur ke menu harian
mengolah sayur menjadi sup, tumisan ringan, atau smoothies
mengombinasikan sayur dengan lauk favorit
Tubuh sehat dimulai dari piring makan yang seimbang







Comments