Perbedaan Waktu Masak dan Dampaknya pada Tekstur serta Kandungan Gizi
- kiosayur
- Dec 23, 2025
- 3 min read

Pernahkah Anda merasa sayur bayam menjadi terlalu lembek atau daging ayam justru terasa keras meski sudah dimasak lama? Hal ini sering terjadi bukan karena bumbu atau bahan, melainkan karena waktu memasak yang kurang tepat. Durasi memasak memiliki peran besar dalam menentukan tekstur, rasa, dan kandungan gizi makanan.
Memahami waktu masak yang ideal akan membantu menghasilkan hidangan yang lezat sekaligus tetap bernutrisi bagi keluarga.
Pengaruh Waktu Masak terhadap Tekstur Makanan
Tekstur merupakan salah satu penentu kenikmatan makanan. Setiap bahan memiliki struktur alami yang akan berubah saat terkena panas.
1. Sayuran
Sayuran seperti brokoli, wortel, dan buncis memiliki serat dan dinding sel yang sensitif terhadap panas.
Terlalu singkat → tekstur keras dan rasa mentah
Terlalu lama → serat rusak, sayur menjadi lembek dan kehilangan warna
Menurut Harvard School of Public Health, pemasakan berlebihan pada sayuran dapat merusak struktur serat alami sehingga menurunkan kualitas sensorik makanan.
2. Daging
Pada daging, waktu masak memengaruhi jaringan kolagen.
Masak cepat dengan suhu tinggi bisa membuat daging alot
Masak perlahan (slow cooking) membantu kolagen terurai sehingga daging menjadi empuk dan juicy
Teknik ini banyak digunakan pada masakan seperti rendang, semur, atau sop daging.
3. Nasi
Waktu masak nasi juga krusial. Terlalu singkat membuat nasi tidak matang merata, sementara terlalu lama membuat nasi lembek dan berair. Takaran air dan durasi harus disesuaikan dengan jenis beras.
Dampak Durasi Memasak terhadap Kandungan Gizi
Selain tekstur, waktu masak sangat berpengaruh pada nilai gizi.
Vitamin Mudah Rusak oleh Panas
Menurut World Health Organization (WHO), vitamin C dan vitamin B kompleks termasuk nutrisi yang paling sensitif terhadap panas.
Memasak terlalu lama → vitamin banyak hilang
Sayuran berdaun hijau sebaiknya dimasak singkat hingga layu saja
Protein dan Keamanan Pangan
Protein pada daging dan telur akan berubah struktur saat dipanaskan. Memasak terlalu lama dapat menurunkan kualitas biologis protein, namun memasak hingga matang tetap wajib untuk membunuh bakteri berbahaya seperti Salmonelladan E. coli.
Metode Masak dan Retensi Nutrisi
Dikutip dari Healthline, metode memasak seperti:
Mengukus (steaming)
Menumis cepat (sautéing)
Memanggang suhu sedang
terbukti mempertahankan lebih banyak nutrisi dibanding merebus lama dalam banyak air.
Waktu Ideal Memasak Berbagai Bahan Makanan
Setiap bahan memiliki durasi ideal agar tekstur dan gizinya seimbang:
Sayuran keras (wortel, kol, labu): 5–10 menit
Sayuran berdaun hijau: 2–5 menit
Ikan berdaging lembut: 7–10 menit
Daging ayam: 25–45 menit (tergantung potongan)
Kacang-kacangan: perlu direndam, lalu dimasak hingga empuk
Menurut USDA (United States Department of Agriculture), perendaman kacang-kacangan dapat mempercepat waktu masak sekaligus meningkatkan kecernaan.
Teknik Memasak yang Meminimalkan Kehilangan Gizi
Beberapa teknik memasak yang direkomendasikan para ahli gizi:
Mengukus untuk sayuran dan ikan
Menutup panci saat merebus agar vitamin tidak mudah rusak
Pressure cooker, karena suhu tinggi dalam waktu singkat membantu mempertahankan nutrisi
Menggunakan air rebusan sayur sebagai kaldu agar nutrisi tidak terbuang
Menurut Journal of Food Science, tekanan tinggi dalam waktu singkat terbukti mengurangi kehilangan vitamin dibanding perebusan lama.
Tips Mengatur Durasi Memasak Sesuai Jenis Masakan
Masakan berkuah seperti sup dan soto membutuhkan waktu lebih lama agar rasa meresap
Tumisan sebaiknya dimasak cepat dengan api besar (kurang dari 10 menit)
Untuk oven dan panggang, gunakan suhu dan waktu sesuai resep agar bagian dalam matang tanpa overcooked
Gunakan timer dapur atau termometer masak sebagai alat bantu
Improvisasi tetap boleh dilakukan, asalkan memahami karakter bahan yang digunakan.
Menjaga Cita Rasa Tanpa Mengorbankan Gizi
Keseimbangan antara rasa dan nutrisi adalah kunci masakan sehat. Waktu masak yang tepat menghasilkan:
Tekstur yang menggugah selera
Warna makanan lebih menarik
Kandungan gizi tetap terjaga
Untuk anak-anak, hindari memasak terlalu lama agar tekstur tidak terlalu lembek. Teknik blanching sangat cocok untuk sayuran yang akan dijadikan salad atau finger food.







Comments