top of page

Perbedaan Waktu Masak dan Dampaknya pada Tekstur serta Kandungan Gizi

perbedaan waktu masak

Pernahkah Anda merasa sayur bayam menjadi terlalu lembek atau daging ayam justru terasa keras meski sudah dimasak lama? Hal ini sering terjadi bukan karena bumbu atau bahan, melainkan karena waktu memasak yang kurang tepat. Durasi memasak memiliki peran besar dalam menentukan tekstur, rasa, dan kandungan gizi makanan.


Memahami waktu masak yang ideal akan membantu menghasilkan hidangan yang lezat sekaligus tetap bernutrisi bagi keluarga.


Pengaruh Waktu Masak terhadap Tekstur Makanan

Tekstur merupakan salah satu penentu kenikmatan makanan. Setiap bahan memiliki struktur alami yang akan berubah saat terkena panas.


1. Sayuran

Sayuran seperti brokoli, wortel, dan buncis memiliki serat dan dinding sel yang sensitif terhadap panas.

  • Terlalu singkat → tekstur keras dan rasa mentah

  • Terlalu lama → serat rusak, sayur menjadi lembek dan kehilangan warna

Menurut Harvard School of Public Health, pemasakan berlebihan pada sayuran dapat merusak struktur serat alami sehingga menurunkan kualitas sensorik makanan.


2. Daging

Pada daging, waktu masak memengaruhi jaringan kolagen.

  • Masak cepat dengan suhu tinggi bisa membuat daging alot

  • Masak perlahan (slow cooking) membantu kolagen terurai sehingga daging menjadi empuk dan juicy

Teknik ini banyak digunakan pada masakan seperti rendang, semur, atau sop daging.


3. Nasi

Waktu masak nasi juga krusial. Terlalu singkat membuat nasi tidak matang merata, sementara terlalu lama membuat nasi lembek dan berair. Takaran air dan durasi harus disesuaikan dengan jenis beras.


Dampak Durasi Memasak terhadap Kandungan Gizi

Selain tekstur, waktu masak sangat berpengaruh pada nilai gizi.


Vitamin Mudah Rusak oleh Panas

Menurut World Health Organization (WHO), vitamin C dan vitamin B kompleks termasuk nutrisi yang paling sensitif terhadap panas.

  • Memasak terlalu lama → vitamin banyak hilang

  • Sayuran berdaun hijau sebaiknya dimasak singkat hingga layu saja


Protein dan Keamanan Pangan

Protein pada daging dan telur akan berubah struktur saat dipanaskan. Memasak terlalu lama dapat menurunkan kualitas biologis protein, namun memasak hingga matang tetap wajib untuk membunuh bakteri berbahaya seperti Salmonelladan E. coli.


Metode Masak dan Retensi Nutrisi

Dikutip dari Healthline, metode memasak seperti:

  • Mengukus (steaming)

  • Menumis cepat (sautéing)

  • Memanggang suhu sedang

terbukti mempertahankan lebih banyak nutrisi dibanding merebus lama dalam banyak air.


Waktu Ideal Memasak Berbagai Bahan Makanan

Setiap bahan memiliki durasi ideal agar tekstur dan gizinya seimbang:

  • Sayuran keras (wortel, kol, labu): 5–10 menit

  • Sayuran berdaun hijau: 2–5 menit

  • Ikan berdaging lembut: 7–10 menit

  • Daging ayam: 25–45 menit (tergantung potongan)

  • Kacang-kacangan: perlu direndam, lalu dimasak hingga empuk

Menurut USDA (United States Department of Agriculture), perendaman kacang-kacangan dapat mempercepat waktu masak sekaligus meningkatkan kecernaan.


Teknik Memasak yang Meminimalkan Kehilangan Gizi

Beberapa teknik memasak yang direkomendasikan para ahli gizi:

  • Mengukus untuk sayuran dan ikan

  • Menutup panci saat merebus agar vitamin tidak mudah rusak

  • Pressure cooker, karena suhu tinggi dalam waktu singkat membantu mempertahankan nutrisi

  • Menggunakan air rebusan sayur sebagai kaldu agar nutrisi tidak terbuang

Menurut Journal of Food Science, tekanan tinggi dalam waktu singkat terbukti mengurangi kehilangan vitamin dibanding perebusan lama.


Tips Mengatur Durasi Memasak Sesuai Jenis Masakan

  • Masakan berkuah seperti sup dan soto membutuhkan waktu lebih lama agar rasa meresap

  • Tumisan sebaiknya dimasak cepat dengan api besar (kurang dari 10 menit)

  • Untuk oven dan panggang, gunakan suhu dan waktu sesuai resep agar bagian dalam matang tanpa overcooked

  • Gunakan timer dapur atau termometer masak sebagai alat bantu

Improvisasi tetap boleh dilakukan, asalkan memahami karakter bahan yang digunakan.


Menjaga Cita Rasa Tanpa Mengorbankan Gizi

Keseimbangan antara rasa dan nutrisi adalah kunci masakan sehat. Waktu masak yang tepat menghasilkan:

  • Tekstur yang menggugah selera

  • Warna makanan lebih menarik

  • Kandungan gizi tetap terjaga

Untuk anak-anak, hindari memasak terlalu lama agar tekstur tidak terlalu lembek. Teknik blanching sangat cocok untuk sayuran yang akan dijadikan salad atau finger food.


Comments


© 2025 Kiosayur. All rights reserved.

bottom of page