Perbedaan Buncis Besar dan Buncis Kecil: Mana yang Lebih Enak dan Bernutrisi?
- kiosayur
- Oct 13, 2025
- 2 min read

Buncis merupakan salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Rasanya segar, teksturnya renyah, dan mudah diolah menjadi berbagai hidangan seperti tumis, sup, atau campuran sayur sop.
Namun, tidak semua buncis sama. Ada buncis besar dan buncis kecil, dan keduanya memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari segi rasa, tekstur, maupun kandungan nutrisi.
1. Perbedaan Bentuk dan Tekstur
Buncis Besar
Ukurannya lebih panjang dan gemuk, dengan daging polong yang lebih tebal. Teksturnya cenderung agak keras jika dimasak terlalu lama, tetapi terasa padat dan “berisi” saat digigit. Jenis ini sering digunakan untuk olahan tumis atau sayur yang dimasak lama karena tidak mudah hancur.
Buncis Kecil
Lebih ramping dan lembut, dengan kulit polong yang tipis. Saat dimasak, buncis kecil terasa lebih renyah dan cepat matang. Jenis ini banyak disukai untuk masakan cepat saji, salad, atau stir-fry ala restoran.
2. Perbedaan Rasa dan Aroma
Buncis besar memiliki rasa sedikit lebih gurih dengan aroma khas sayuran hijau yang kuat. Sementara itu, buncis kecil memiliki rasa lebih manis dan ringan di lidah, sehingga lebih cocok bagi anak-anak atau orang yang tidak terlalu suka rasa sayuran yang tajam.
3. Kandungan Gizi: Sama-Sama Sehat, Tapi Sedikit Berbeda
Baik buncis besar maupun buncis kecil sama-sama kaya akan serat, vitamin C, vitamin K, folat, serta mineral seperti zat besi dan magnesium. Namun, karena buncis kecil memiliki kadar air yang sedikit lebih tinggi dan tekstur lebih muda, beberapa penelitian menunjukkan nutrisinya lebih mudah diserap tubuh.
Selain itu, keduanya rendah kalori dan cocok untuk menu diet sehat. Satu porsi buncis hanya mengandung sekitar 30–40 kalori per 100 gram, menjadikannya pilihan ideal untuk menjaga berat badan.
4. Mana yang Lebih Enak dan Bernutrisi?
Jawabannya tergantung pada kebutuhan dan selera.
Jika Anda menyukai tekstur renyah dan rasa manis alami, buncis kecil bisa menjadi pilihan terbaik.
Namun, untuk masakan berbumbu kuat atau tumisan yang dimasak lama, buncis besar lebih tahan panas dan tidak cepat lembek.
Secara nutrisi, keduanya hampir seimbang, sehingga pilihan terbaik adalah mengombinasikan keduanya dalam menu harian agar variasi rasa dan manfaat gizinya lebih lengkap.
Baik buncis besar maupun buncis kecil sama-sama memberikan manfaat luar biasa bagi kesehatan. Dengan pengolahan yang tepat, keduanya bisa menjadi sumber serat, vitamin, dan antioksidan yang membantu menjaga pencernaan, menurunkan kolesterol, serta meningkatkan daya tahan tubuh.
Jadi, daripada memilih salah satu, mengapa tidak menikmati keduanya? Gunakan buncis besar untuk masakan gurih seperti tumis, dan buncis kecil untuk menu segar seperti salad atau capcay.
Ingin buncis segar dan berkualitas langsung dari petani? Dapatkan buncis besar dan buncis kecil hanya di Kiosayur.com — lebih segar, lebih renyah, dan siap diolah untuk masakan sehat keluarga Anda.







Comments