Lebih Sehat Mana, Sayur Beku atau Sayur Segar? Nomor 3 Bikin Banyak Orang Salah Paham!
- kiosayur
- Nov 13, 2025
- 2 min read

Banyak orang percaya bahwa sayur segar selalu lebih bergizi dibandingkan sayur beku. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa perbedaan kandungan gizi keduanya ternyata sangat kecil bahkan, dalam beberapa kasus, sayur beku bisa lebih sehat dari sayur segar!
Menurut data dari GoodRx (2024), proses pembekuan sayur yang cepat setelah panen justru membantu menjaga kandungan vitamin dan mineral di dalamnya. Jadi, sebelum kamu buru-buru memilih “yang segar”, yuk pahami dulu fakta ilmiahnya!
Apakah Sayur Beku Sama Sehatnya dengan Sayur Segar?
Jawabannya: ya, bahkan bisa lebih sehat!
Sayuran beku biasanya dibekukan segera setelah dipanen. Proses ini membuat nutrisi seperti vitamin A, C, dan folat tetap stabil.
Sebaliknya, sayur segar yang disimpan terlalu lama di kulkas bisa kehilangan sebagian besar kandungan vitaminnya.Sebuah penelitian dari GoodRx (2024) membandingkan sayur segar yang disimpan selama lima hari dengan sayur beku, dan hasilnya mengejutkan — sayur beku memiliki kadar vitamin yang lebih tinggi, terutama pada brokoli dan wortel!
Fakta Ilmiah: Nutrisi yang Hilang Saat Dingin dan Panas
Tidak semua nutrisi hilang karena pembekuan.
Protein dan mineral cenderung tetap stabil.
Vitamin C dan folat sedikit menurun selama proses blansing (perebusan sebentar sebelum dibekukan). Namun, kehilangan nutrisi tersebut lebih kecil dibandingkan proses pengalengan atau penyimpanan lama di kulkas.
Selain itu, pembekuan cepat menghasilkan kristal es kecil yang tidak merusak struktur sayuran, sehingga rasa dan teksturnya tetap terjaga.
Kelebihan dan Kekurangan Sayur Beku
Kelebihan:
Praktis dan bisa disimpan lama (hingga 1 tahun)
Harga lebih ekonomis
Tidak mudah busuk
Kandungan gizi stabil
Tersedia sepanjang tahun
Kekurangan:
Beberapa merek menambahkan garam atau saus
Tekstur bisa sedikit berbeda dari sayur segar
Perlu dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi
Tips: Selalu baca label kemasan! Pilih sayur beku tanpa tambahan garam, gula, atau saus.
Sayur Kaleng vs Sayur Beku: Mana Lebih Baik?
Kedua jenis ini sama-sama diproses saat sayur berada di puncak kesegaran. Namun, sayur kaleng biasanya lebih banyak melalui proses pemanasan tinggi, yang bisa menurunkan kadar vitamin tertentu.
Jika kamu ingin pilihan yang lebih alami dan minim bahan tambahan, sayur beku lebih unggul dibandingkan versi kaleng.
6 Tips Memilih Sayur Beku Terbaik
Pilih yang polos (plain frozen veggies) – hanya berisi sayur tanpa bumbu tambahan.
Periksa label USDA Grade – Grade A biasanya lebih segar, lembut, dan berwarna cerah.
Ambil dari bagian belakang freezer toko – lebih stabil suhunya.
Pastikan kemasan rapat dan tidak sobek.
Hindari yang berembun atau berkerak es tebal.
Pilih kemasan plastik (bag) daripada kotak (box) untuk penyimpanan lebih mudah.
Cara Memasak Sayur Beku agar Tidak Kehilangan Gizi
Jangan dicairkan (thawing) sebelum dimasak, langsung kukus, tumis, atau oven.
Hindari memasak terlalu lama, karena sayur beku sudah setengah matang.
Tambahkan bumbu alami seperti garam laut, lada, lemon, atau olive oil untuk rasa maksimal tanpa mengurangi nutrisi.
Jadi, apakah sayur beku lebih bergizi dari sayur segar?
Jawabannya: bisa jadi, tergantung cara penyimpanan dan pengolahannya.
Sayur beku yang diproses dengan baik tetap kaya vitamin, mineral, dan serat — bahkan bisa lebih sehat daripada sayur segar yang sudah disimpan lama. Dengan memilih produk yang tepat dan cara masak yang benar, kamu tetap bisa menjaga pola makan sehat tanpa harus bergantung pada pasar tradisional setiap hari.







Comments