Konsumsi Sayuran Beku Itu Sehat atau Tidak, Ya?
- kiosayur
- Dec 22, 2025
- 2 min read

Di tengah gaya hidup serba cepat, sayuran beku sering menjadi solusi praktis bagi banyak orang. Tinggal buka kemasan, masak sebentar, dan sayur siap disajikan. Namun, muncul pertanyaan penting: apakah konsumsi sayuran beku tetap sehat jika dibandingkan dengan sayuran segar?
Untuk menjawabnya, mari kita bahas dari sisi nutrisi, manfaat, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsinya.
Mengenal Sayuran Beku (Frozen Vegetables)
Sayuran beku adalah sayuran yang dipanen pada kondisi matang optimal, kemudian melalui proses blanching (perebusan singkat) dan langsung dibekukan pada suhu sangat rendah. Proses ini bertujuan menghentikan aktivitas enzim yang bisa merusak warna, rasa, dan tekstur.
Menurut dr. Theresia Rina Yunita, proses pembekuan dilakukan relatif cepat setelah panen, sehingga sebagian besar zat gizi tetap terjaga.
Perbandingan Nutrisi Sayuran Beku dan Sayuran Segar
Banyak orang mengira sayuran beku selalu kalah gizi dari sayuran segar. Faktanya, tidak selalu demikian.
Dikutip dari laman Healthline, berikut perbandingan kandungan gizi beberapa sayuran segar dan beku:
Kandungan vitamin B2 (riboflavin) pada brokoli beku bisa lebih tinggi dibanding brokoli segar.
Kacang polong beku memiliki vitamin B2 lebih rendah dibanding versi segarnya.
Beta-karoten pada wortel, bayam, dan kacang polong dapat berkurang setelah proses pembekuan.
Vitamin C dan vitamin B1 cenderung mengalami penurunan.
Menariknya, antioksidan pada kangkung beku justru dilaporkan lebih tinggi dibanding kangkung segar.
Menurut Journal of Food Composition and Analysis, kehilangan nutrisi pada sayuran beku sangat bergantung pada jenis sayur dan metode pengolahannya setelah dicairkan.
Jadi, Apakah Sayuran Beku Sehat Dikonsumsi?
Jawabannya: ya, tetap sehat.
Dalam Pedoman Gizi Seimbang Kemenkes RI, konsumsi sayur dianjurkan sekitar 250 gram per hari, baik dari sayuran segar maupun alternatif lainnya. Sayuran beku masih mengandung serat, vitamin, dan mineral penting yang dibutuhkan tubuh.
Dr. Theresia menyatakan, “Sayuran beku tetap boleh dikonsumsi dan manfaat kesehatannya tidak jauh berbeda dari sayuran segar, asalkan diolah dengan cara yang sehat dan sesuai porsi.”
Sayuran segar memang tetap menjadi pilihan utama, tetapi sayuran beku adalah alternatif yang layak, terutama bagi orang sibuk atau saat akses sayuran segar terbatas.
Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Saat Mengonsumsi Sayuran Beku
Meski sehat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar manfaatnya tetap optimal:
1. Cek Label Komposisi
Menurut American Heart Association, beberapa produk sayuran beku mengandung tambahan:
Garam (natrium)
Gula
Saus atau lemak tambahan
Pilih produk dengan label tanpa tambahan garam dan gula.
2. Hindari Sayuran Beku Bersaus
Sayuran beku yang dilengkapi saus keju, mentega, atau krim cenderung tinggi kalori dan lemak jenuh.
3. Perhatikan Kondisi Kesehatan
Bagi penderita hipertensi atau diet rendah natrium, penting memeriksa kandungan garam pada kemasan.
4. Jangan Terlalu Lama Disimpan
Menurut dr. Theresia, menyimpan sayuran beku terlalu lama di freezer dapat menurunkan kualitas rasa dan tekstur. Hindari juga menyetok berlebihan.
Cara Mengolah Sayuran Beku agar Tetap Bergizi
Masak dengan waktu singkat (tumis cepat atau kukus)
Hindari merebus terlalu lama
Gunakan sedikit minyak
Jangan dicairkan berulang kali
Menurut Harvard School of Public Health, metode memasak cepat membantu mempertahankan vitamin larut air seperti vitamin C dan B.







Comments