7 Kesalahan Umum Saat Menumis yang Membuat Masakan Terasa Hambar
- kiosayur
- Dec 27, 2025
- 2 min read

Menumis adalah salah satu teknik memasak paling sering digunakan di dapur rumah tangga hingga dapur profesional. Prosesnya terlihat mudah: panaskan minyak, masukkan bumbu, lalu aduk bahan. Namun, banyak orang tidak menyadari bahwa kesalahan kecil saat menumis bisa membuat masakan kehilangan rasa gurih, aroma, dan kedalaman cita rasa.
Agar hasil tumisan tidak hambar dan tetap lezat, penting untuk memahami kesalahan yang sering terjadi sekaligus cara menghindarinya.
1. Menggunakan Minyak Terlalu Sedikit
Minyak berperan sebagai penghantar panas sekaligus media untuk mengekstrak aroma bumbu. Jika minyak terlalu sedikit, bumbu mudah gosong sebelum mengeluarkan rasa alaminya.
Tips: Gunakan minyak secukupnya (sekitar 2–3 sendok makan untuk satu porsi). Pilih minyak dengan titik asap tinggi seperti minyak kelapa, canola, atau sawit agar bumbu tidak cepat hangus.
2. Wajan Belum Cukup Panas
Memasukkan bumbu ke wajan yang belum panas membuat proses tumis gagal sejak awal. Bumbu tidak langsung meletup, aromanya tidak keluar, dan rasa jadi datar.
Tips: Panaskan wajan terlebih dahulu hingga benar-benar panas. Uji dengan setetes air—jika langsung menguap, berarti wajan siap digunakan.
3. Memasukkan Semua Bumbu Sekaligus
Setiap bumbu memiliki tingkat ketahanan panas yang berbeda. Bawang putih lebih cepat gosong dibanding bawang merah, sementara cabai dan rempah aromatik membutuhkan waktu lebih lama.
Tips: Masukkan bumbu secara bertahap:
Bawang merah
Bawang putih
Cabai
Rempah pelengkap (daun jeruk, serai, jahe)
Teknik ini menghasilkan aroma tumisan yang lebih kompleks dan seimbang.
4. Tidak Memberi Garam di Awal
Banyak orang menunggu hingga akhir memasak untuk menambahkan garam. Padahal, sedikit garam di awal membantu bumbu mengeluarkan rasa alaminya.
Tips: Tambahkan sedikit garam saat bumbu mulai matang, lalu koreksi rasa di akhir agar tidak berlebihan.
5. Wajan Terlalu Penuh
Memasukkan terlalu banyak bahan sekaligus menyebabkan suhu wajan turun drastis. Akibatnya, bahan tidak lagi ditumis, melainkan “direbus” oleh uap airnya sendiri.
Dampak:
Sayur jadi lembek
Rasa tumisan hambar
Aroma tidak keluar maksimal
Tips:Gunakan wajan yang cukup besar atau masak bahan dalam beberapa tahap.
6. Terlalu Sering Mengaduk
Mengaduk terlalu sering justru menghambat proses karamelisasi yang membentuk rasa gurih alami.
Tips: Biarkan bahan menyentuh wajan panas selama beberapa detik sebelum diaduk. Ini membantu membangun lapisan rasa yang lebih kaya.
7. Bumbu Tidak Dimasak Hingga Benar-Benar Matang
Bumbu yang masih pucat menandakan belum matang sempurna. Inilah penyebab utama aroma langu dan rasa hambar pada tumisan.
Ciri bumbu matang:
Aroma harum kuat
Warna berubah keemasan
Minyak mulai terpisah dari bumbu
Jangan terburu-buru memasukkan bahan utama sebelum tahap ini tercapai.
Menumis bukan sekadar mengaduk bahan di atas wajan panas. Teknik, urutan, dan timing sangat menentukan hasil akhir masakan. Dengan menghindari tujuh kesalahan umum ini, tumisan akan terasa lebih gurih, harum, dan menggugah selera.
Menguasai teknik menumis yang benar adalah langkah dasar menuju masakan rumahan yang kualitasnya setara dapur profesional.







Comments