7 Kesalahan Memasak Sayur yang Diam-Diam Menghilangkan Gizinya
- kiosayur
- Nov 11, 2025
- 2 min read

Menjaga nutrisi sayuran bukan hanya soal memilih bahan yang berkualitas, tetapi juga bagaimana kita mengolahnya di dapur. Sayangnya, ada beberapa kebiasaan memasak yang tanpa disadari justru membuat vitamin dan mineral di dalam sayur hilang sebelum tersaji di meja makan.
Mengutip pada laman Times of India pada (11/11/25) proses memasak yang salah dapat menyebabkan hilangnya vitamin C, vitamin B, hingga mineral penting yang seharusnya terserap tubuh.
Berikut tujuh kesalahan memasak sayur yang paling sering dilakukan dan cara memperbaikinya.
1. Memasak Sayur Terlalu Lama
Sayur yang dimasak terlalu lama baik direbus, ditumis, maupun dikukus dapat kehilangan sebagian besar vitamin C dan vitamin B yang sensitif terhadap panas. Rebus bayam hingga lama, misalnya, dapat membuat warnanya kusam sekaligus menguras nutrisinya.
Solusi: Masak hingga sayur just cooked atau masih sedikit renyah.
2. Membuang Air Rebusan Sayur
Rebusan sayur seperti wortel, brokoli, atau kubis kaya akan vitamin larut air yang ikut terlarut selama proses memasak. Ketika airnya dibuang, nutrisinya ikut hilang.
Solusi: Gunakan air rebusan untuk kuah sup, kaldu, atau campuran tumisan.
3. Memotong Sayur Terlalu Jauh Sebelum Dimasak
Sayur yang sudah dipotong sejak lama akan terpapar oksigen dan cahaya. Ini menyebabkan penurunan vitamin C dan antioksidan.
Solusi: Potong sayur sesaat sebelum memasak. Jika harus disiapkan lebih awal, simpan dalam wadah kedap udara.
4. Mengupas Sayur yang Kulitnya Kaya Nutrisi
Kulit wortel, kentang, apel, dan mentimun mengandung serat, vitamin, dan antioksidan penting. Mengupasnya terlalu tebal sama dengan membuang sebagian nutrisinya.
Solusi: Cukup cuci dan sikat bersih, lalu masak bersama kulitnya.
5. Menggoreng dengan Api Terlalu Tinggi
Panas berlebih dapat menghancurkan vitamin sensitif dan membentuk senyawa yang tidak sehat. Minyak yang sudah melewati titik asapnya akan menghancurkan sebagian nilai gizi makanan.
Solusi: Gunakan api sedang saat menumis, dan pilih minyak stabil seperti minyak kacang, rice bran, atau ghee.
6. Menyimpan Masakan Secara Terbuka Terlalu Lama
Menyimpan makanan tanpa tutup membuat nutrisi tertentu hilang dan meningkatkan risiko kontaminasi bakteri.
Solusi: Segera masukkan masakan ke wadah tertutup setelah dingin, simpan di lemari es, dan hanya panaskan sesuai kebutuhan.
7. Mengabaikan Penggunaan Wajan Besi atau Panci Tanah Liat
Banyak penelitian menunjukkan bahwa memasak menggunakan wajan besi dapat meningkatkan kandungan zat besi pada makanan, terutama hidangan berbahan tomat dan sayur berkuah. Sementara panci tanah liat membantu menjaga kelembapan dan nutrisi karena proses pemanasan lebih stabil.
Solusi: Gunakan wajan besi untuk meningkatkan asupan mineral, dan panci tanah liat untuk masakan yang lebih sehat.
Kesalahan kecil di dapur bisa menghilangkan banyak nutrisi penting dari sayuran. Dengan memperbaiki kebiasaan memasak, hidangan akan menjadi lebih sehat tanpa mengubah resep atau selera.
Ingin kualitas hidangan tetap maksimal?Gunakan bahan baku sayuran segar yang langsung dipanen dan dikirim cepat dari Kiosayur.
Pesan sayuran premium untuk restoran, katering, dan usaha kuliner Anda melalui Kiosayur – lebih segar, lebih cepat, lebih hemat.







Comments