6 Makanan yang Sering Dianggap Sayuran, Padahal Secara Ilmiah Termasuk Buah
- kiosayur
- Jan 7
- 2 min read

Dalam keseharian, kita sering mengelompokkan makanan berdasarkan cara memasaknya. Padahal secara ilmiah, perbedaan buah dan sayur ditentukan dari bagian tanaman asalnya. Buah adalah hasil perkembangan bunga dan biasanya mengandung biji, sedangkan sayuran berasal dari bagian lain tanaman seperti daun, batang, atau akar.
Menurut Britannica Encyclopedia, banyak bahan pangan yang secara botani adalah buah, tetapi secara kuliner diperlakukan sebagai sayuran. Inilah yang sering menimbulkan kebingungan.
Berikut enam makanan yang sering dianggap sayuran, padahal sebenarnya termasuk buah.
1. Tomat
Tomat adalah contoh paling populer dari buah yang sering disebut sayuran. Secara botani, tomat berkembang dari bunga dan mengandung biji, sehingga dikategorikan sebagai buah. Menurut Encyclopaedia Britannica, tomat termasuk keluarga Solanaceae dan kaya akan likopen, antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan jantung dan membantu menurunkan risiko kanker tertentu.
2. Mentimun
Mentimun kerap disajikan sebagai lalapan atau campuran masakan, sehingga dianggap sayur. Namun, mentimun berasal dari bunga dan memiliki biji di dalamnya. Mengacu pada Healthline, mentimun termasuk buah dari keluarga Cucurbitaceae dan mengandung banyak air, vitamin K, serta antioksidan yang baik untuk hidrasi tubuh.
3. Terung
Terung juga sering dimasak sebagai lauk, tetapi secara botani termasuk buah. Terung berasal dari bunga tanaman dan mengandung biji. Menurut Medical News Today, terung kaya akan antioksidan seperti nasunin yang terdapat pada kulitnya dan bermanfaat untuk melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
4. Paprika
Paprika, baik hijau, merah, maupun kuning, sering digunakan sebagai pelengkap masakan dan dianggap sayuran. Padahal paprika adalah buah dari keluarga Solanaceae. Dikutip dari Healthline, paprika kaya vitamin C dan beta-karoten yang berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan mata.
5. Labu
Labu sering diolah menjadi sayur berkuah atau direbus, sehingga jarang dianggap buah. Namun secara ilmiah, labu berkembang dari bunga dan memiliki biji, sehingga termasuk buah. Menurut Food and Agriculture Organization (FAO), labu merupakan sumber serat, vitamin A, dan antioksidan yang baik untuk sistem imun dan kesehatan pencernaan.
6. Zaitun
Zaitun dikenal luas sebagai bahan baku minyak zaitun. Meski jarang dikonsumsi seperti buah pada umumnya, zaitun tetap termasuk buah karena tumbuh dari bunga dan mengandung biji. Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, zaitun kaya lemak tak jenuh tunggal yang membantu menjaga kesehatan jantung dan menurunkan kolesterol jahat.
Kenapa Banyak Buah Dianggap Sayuran?
Kesalahan persepsi ini terjadi karena klasifikasi kuliner berbeda dengan klasifikasi botani. Dalam dunia memasak, makanan yang rasanya tidak manis dan sering dimasak dianggap sayuran, meskipun secara ilmiah termasuk buah.
Memahami perbedaan ini membantu kita lebih mengenal kandungan gizi makanan dan cara terbaik mengonsumsinya.
Tomat, mentimun, terung, paprika, labu, dan zaitun adalah contoh buah yang sering keliru disebut sayuran. Meski begitu, baik buah maupun sayur sama-sama memberikan manfaat kesehatan jika dikonsumsi secara seimbang.
Yang terpenting bukan sekadar kategorinya, tetapi bagaimana kita mengolah dan mengonsumsinya sebagai bagian dari pola makan sehat.







Comments