12 Jenis Selada untuk Salad: Head Chef Wajib Tahu
- kiosayur
- Dec 4, 2025
- 2 min read

Selada adalah bintang utama dalam dunia salad. Menurut Harvard School of Public Health, jenis selada yang berbeda memiliki komposisi rasa, tekstur, dan nutrisi yang dapat memengaruhi kualitas hidangan.
Untuk Head Chef, memahami karakteristik tiap jenis selada sangat penting agar dapat menciptakan salad yang berkelas, menarik secara visual, dan kaya nutrisi.
Berikut 12 jenis selada yang wajib diketahui.
1. Romaine
Selada romaine memiliki daun panjang, tebal, dan renyah dengan sedikit rasa pahit.
Cocok digunakan untuk:
Caesar Salad
Salad panggang (grilled salad)
Hidangan dengan dressing berat
Menurut The Spruce Eats, tekstur romaine yang kokoh membuatnya ideal menahan dressing beraroma kuat.
2. Iceberg
Iceberg memiliki kepala padat dan daun hijau pucat. Rasanya netral namun sangat renyah. Umumnya dipakai untuk:
Salad sederhana
Wrap sayuran
Topping burger
Meski kandungan nutrisinya lebih rendah, Healthline mencatat bahwa teksturnya tetap jadi favorit banyak chef.
3. Butterhead
Butterhead terkenal dengan daun lebar, lembut, dan rasa manis yang halus.
Cocok untuk:
Salad dengan dressing ringan
Sandwich premium
Hidangan fine dining
Teksturnya "meleleh di mulut" seperti dikutip dari MasterClass Culinary Guide.
4. Green Leaf
Green leaf memiliki daun lebar, bergelombang, dan rasa segar.
Chef sering menggunakannya untuk:
Salad campuran
Sandwich
Hiasan plating
Warnanya cerah sehingga memperindah tampilan hidangan.
5. Red Leaf
Mirip green leaf tetapi berwarna merah keunguan.
Manfaatnya:
Lebih kaya antioksidan (menurut USDA Food Data Central)
Memberikan kontras warna pada salad
Rasa sedikit lebih pahit
Cocok untuk salad artistik dan colorful.
6. Oak Leaf
Daun oak leaf bergelombang menyerupai daun pohon oak, tersedia dalam varian hijau dan merah.
Karakteristik:
Rasa lembut dan sedikit manis
Menambah nilai visual hidangan
Mudah dikombinasikan dengan dressing ringan
7. Arugula (Rocket)
Arugula punya daun kecil dengan rasa pedas seperti merica.
Cocok untuk:
Salad dengan protein (steak/chicken)
Topping pizza
Salad Italian-style
Medical News Today menyebut arugula kaya antioksidan dan vitamin K.
8. Spinach
Spinach (bayam) sering digunakan sebagai pengganti selada dalam salad.
Ciri utama:
Rasa sedikit pahit
Kaya vitamin A, C, K, folat, dan zat besi (USDA)
Cocok dipadukan dengan buah beri, keju, atau kacang-kacangan
9. Frisee
Frisee memiliki daun keriting berwarna hijau pucat dengan rasa pahit lembut.
Biasanya digunakan untuk:
Salad dengan daging atau keju kuat (blue cheese)
Salad ala Prancis
Hidangan bertekstur kompleks
10. Radicchio – Selada Pahit Berwarna Ungu
Radicchio memiliki daun merah keunguan dengan garis putih.
Kegunaan:
Menambah rasa pahit kontras
Dipanggang untuk menambah aroma
Pelengkap salad campuran
Menurut Bon Appétit, radicchio menjadi favorit chef karena warnanya mencolok dan rasanya berani.
11. Watercress
Watercress berdaun kecil dengan rasa pedas segar.
Cocok untuk:
Salad ringan
Garnish steak dan seafood
Hidangan sehat kaya nutrisi
WebMD menyebut watercress sebagai salah satu superfood dengan densitas nutrisi tinggi.
12. Mâche (Lamb’s Lettuce)
Mâche memiliki daun kecil lembut dengan rasa manis, nutty, dan elegan.
Biasanya digunakan untuk:
Salad premium
Hidangan fine dining
Dipadukan dengan bahan renyah seperti almond atau pir







Comments