top of page

12 Jenis Selada untuk Salad: Head Chef Wajib Tahu

salad sayur

Selada adalah bintang utama dalam dunia salad. Menurut Harvard School of Public Health, jenis selada yang berbeda memiliki komposisi rasa, tekstur, dan nutrisi yang dapat memengaruhi kualitas hidangan.


Untuk Head Chef, memahami karakteristik tiap jenis selada sangat penting agar dapat menciptakan salad yang berkelas, menarik secara visual, dan kaya nutrisi.


Berikut 12 jenis selada yang wajib diketahui.


1. Romaine 

Selada romaine memiliki daun panjang, tebal, dan renyah dengan sedikit rasa pahit.

Cocok digunakan untuk:

  • Caesar Salad

  • Salad panggang (grilled salad)

  • Hidangan dengan dressing berat

Menurut The Spruce Eats, tekstur romaine yang kokoh membuatnya ideal menahan dressing beraroma kuat.


2. Iceberg 

Iceberg memiliki kepala padat dan daun hijau pucat. Rasanya netral namun sangat renyah. Umumnya dipakai untuk:

  • Salad sederhana

  • Wrap sayuran

  • Topping burger

Meski kandungan nutrisinya lebih rendah, Healthline mencatat bahwa teksturnya tetap jadi favorit banyak chef.


3. Butterhead 

Butterhead terkenal dengan daun lebar, lembut, dan rasa manis yang halus.

Cocok untuk:

  • Salad dengan dressing ringan

  • Sandwich premium

  • Hidangan fine dining

Teksturnya "meleleh di mulut" seperti dikutip dari MasterClass Culinary Guide.


4. Green Leaf 

Green leaf memiliki daun lebar, bergelombang, dan rasa segar.

Chef sering menggunakannya untuk:

  • Salad campuran

  • Sandwich

  • Hiasan plating

Warnanya cerah sehingga memperindah tampilan hidangan.


5. Red Leaf 

Mirip green leaf tetapi berwarna merah keunguan.

Manfaatnya:

  • Lebih kaya antioksidan (menurut USDA Food Data Central)

  • Memberikan kontras warna pada salad

  • Rasa sedikit lebih pahit

Cocok untuk salad artistik dan colorful.


6. Oak Leaf 

Daun oak leaf bergelombang menyerupai daun pohon oak, tersedia dalam varian hijau dan merah.

Karakteristik:

  • Rasa lembut dan sedikit manis

  • Menambah nilai visual hidangan

  • Mudah dikombinasikan dengan dressing ringan


7. Arugula (Rocket) 

Arugula punya daun kecil dengan rasa pedas seperti merica.

Cocok untuk:

  • Salad dengan protein (steak/chicken)

  • Topping pizza

  • Salad Italian-style

Medical News Today menyebut arugula kaya antioksidan dan vitamin K.


8. Spinach 

Spinach (bayam) sering digunakan sebagai pengganti selada dalam salad.

Ciri utama:

  • Rasa sedikit pahit

  • Kaya vitamin A, C, K, folat, dan zat besi (USDA)

  • Cocok dipadukan dengan buah beri, keju, atau kacang-kacangan


9. Frisee 

Frisee memiliki daun keriting berwarna hijau pucat dengan rasa pahit lembut.

Biasanya digunakan untuk:

  • Salad dengan daging atau keju kuat (blue cheese)

  • Salad ala Prancis

  • Hidangan bertekstur kompleks


10. Radicchio – Selada Pahit Berwarna Ungu

Radicchio memiliki daun merah keunguan dengan garis putih.

Kegunaan:

  • Menambah rasa pahit kontras

  • Dipanggang untuk menambah aroma

  • Pelengkap salad campuran

Menurut Bon Appétit, radicchio menjadi favorit chef karena warnanya mencolok dan rasanya berani.


11. Watercress 

Watercress berdaun kecil dengan rasa pedas segar.

Cocok untuk:

  • Salad ringan

  • Garnish steak dan seafood

  • Hidangan sehat kaya nutrisi

WebMD menyebut watercress sebagai salah satu superfood dengan densitas nutrisi tinggi.


12. Mâche (Lamb’s Lettuce) 

Mâche memiliki daun kecil lembut dengan rasa manis, nutty, dan elegan.

Biasanya digunakan untuk:

  • Salad premium

  • Hidangan fine dining

  • Dipadukan dengan bahan renyah seperti almond atau pir

Comments


© 2025 Kiosayur. All rights reserved.

bottom of page