Mengolah Daun Obha agar Tetap Hijau dan Tidak Pahit
- kiosayur
- Jan 24
- 2 min read

Daun obha merupakan salah satu sayuran tradisional Indonesia yang memiliki aroma khas dan rasa unik. Sayuran ini masih sering dijumpai dalam masakan rumahan dan hidangan khas daerah tertentu, meski kini mulai jarang ditemui di pasar modern.
Namun, banyak orang mengeluhkan hal yang sama saat memasak daun obha: warnanya cepat menggelap dan rasanya menjadi pahit. Padahal, jika diolah dengan cara yang tepat, daun obha bisa tetap hijau, harum, dan nikmat dikonsumsi.
Menurut Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), perubahan warna dan rasa pahit pada sayuran daun umumnya disebabkan oleh teknik penanganan panas dan kesalahan saat persiapan bahan.
Penyebab Daun Obha Menjadi Pahit dan Menghitam
Sebelum masuk ke teknik pengolahan, penting memahami penyebabnya:
Paparan panas terlalu lama
Proses perebusan tanpa kontrol waktu
Kandungan senyawa alami yang teroksidasi
Penggunaan air rebusan yang salah
Dikutip dari Journal of Food Science, sayuran berdaun mengandung senyawa fenolik yang dapat memicu rasa pahit jika terpapar suhu tinggi terlalu lama.
Cara Mengolah Daun Obha agar Tetap Hijau dan Tidak Pahit
1. Pilih Daun Obha yang Benar-Benar Segar
Daun obha segar memiliki ciri:
Warna hijau cerah
Tidak layu atau berlubang
Batang masih lentur dan tidak kering
Menurut FAO (Food and Agriculture Organization), kualitas awal bahan sangat menentukan rasa dan warna akhir sayuran setelah dimasak.
2. Cuci Cepat, Jangan Direndam Lama
Hindari merendam daun obha terlalu lama karena dapat melarutkan zat alami yang memengaruhi rasa.
Tips:
Cuci di air mengalir
Tiriskan segera
Masak sesaat setelah dicuci
3. Rebus dengan Air Mendidih dan Waktu Singkat
Jika daun obha perlu direbus:
Gunakan air yang sudah benar-benar mendidih
Rebus maksimal 30–60 detik
Angkat segera setelah layu
Menurut Serious Eats, teknik blanching cepat membantu mempertahankan warna hijau alami sayuran.
4. Tambahkan Garam Saat Merebus
Menambahkan sedikit garam ke air rebusan membantu:
Menjaga warna hijau
Menekan rasa pahit
Mempertahankan aroma daun
5. Segera Dinginkan Setelah Direbus
Setelah direbus singkat, daun obha bisa langsung dimasukkan ke air dingin atau ditiriskan dengan cepat. Teknik ini menghentikan proses pemasakan agar warna tidak berubah gelap. Menurut Healthline, metode ini umum digunakan pada dapur profesional untuk sayuran daun.
6. Tumis dengan Api Sedang dan Waktu Singkat
Jika ditumis:
Gunakan api sedang
Masukkan daun obha terakhir
Tumis cepat 1–2 menit saja
Memasak terlalu lama akan mengeluarkan senyawa pahit alami dari daun obha.
Mengolah daun obha agar tetap hijau dan tidak pahit bukan soal bahan tambahan, melainkan teknik yang tepat. Mulai dari pemilihan daun segar, waktu masak yang singkat, hingga kontrol suhu—semuanya berperan penting dalam menjaga rasa dan tampilan.
Dengan penanganan yang benar, daun obha tetap bisa menjadi sayuran tradisional yang lezat, sehat, dan bernilai tinggi untuk menu rumahan maupun dapur usaha.







Comments