top of page

Mengolah Daun Obha agar Tetap Hijau dan Tidak Pahit

mengolah daun obha

Daun obha merupakan salah satu sayuran tradisional Indonesia yang memiliki aroma khas dan rasa unik. Sayuran ini masih sering dijumpai dalam masakan rumahan dan hidangan khas daerah tertentu, meski kini mulai jarang ditemui di pasar modern.


Namun, banyak orang mengeluhkan hal yang sama saat memasak daun obha: warnanya cepat menggelap dan rasanya menjadi pahit. Padahal, jika diolah dengan cara yang tepat, daun obha bisa tetap hijau, harum, dan nikmat dikonsumsi.


Menurut Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), perubahan warna dan rasa pahit pada sayuran daun umumnya disebabkan oleh teknik penanganan panas dan kesalahan saat persiapan bahan.


Penyebab Daun Obha Menjadi Pahit dan Menghitam

Sebelum masuk ke teknik pengolahan, penting memahami penyebabnya:

  • Paparan panas terlalu lama

  • Proses perebusan tanpa kontrol waktu

  • Kandungan senyawa alami yang teroksidasi

  • Penggunaan air rebusan yang salah

Dikutip dari Journal of Food Science, sayuran berdaun mengandung senyawa fenolik yang dapat memicu rasa pahit jika terpapar suhu tinggi terlalu lama.


Cara Mengolah Daun Obha agar Tetap Hijau dan Tidak Pahit


1. Pilih Daun Obha yang Benar-Benar Segar

Daun obha segar memiliki ciri:

  • Warna hijau cerah

  • Tidak layu atau berlubang

  • Batang masih lentur dan tidak kering

Menurut FAO (Food and Agriculture Organization), kualitas awal bahan sangat menentukan rasa dan warna akhir sayuran setelah dimasak.


2. Cuci Cepat, Jangan Direndam Lama

Hindari merendam daun obha terlalu lama karena dapat melarutkan zat alami yang memengaruhi rasa.

Tips:

  • Cuci di air mengalir

  • Tiriskan segera

  • Masak sesaat setelah dicuci



3. Rebus dengan Air Mendidih dan Waktu Singkat

Jika daun obha perlu direbus:

  • Gunakan air yang sudah benar-benar mendidih

  • Rebus maksimal 30–60 detik

  • Angkat segera setelah layu

Menurut Serious Eats, teknik blanching cepat membantu mempertahankan warna hijau alami sayuran.


4. Tambahkan Garam Saat Merebus

Menambahkan sedikit garam ke air rebusan membantu:

  • Menjaga warna hijau

  • Menekan rasa pahit

  • Mempertahankan aroma daun


5. Segera Dinginkan Setelah Direbus

Setelah direbus singkat, daun obha bisa langsung dimasukkan ke air dingin atau ditiriskan dengan cepat. Teknik ini menghentikan proses pemasakan agar warna tidak berubah gelap. Menurut Healthline, metode ini umum digunakan pada dapur profesional untuk sayuran daun.


6. Tumis dengan Api Sedang dan Waktu Singkat

Jika ditumis:

  • Gunakan api sedang

  • Masukkan daun obha terakhir

  • Tumis cepat 1–2 menit saja

Memasak terlalu lama akan mengeluarkan senyawa pahit alami dari daun obha.


Mengolah daun obha agar tetap hijau dan tidak pahit bukan soal bahan tambahan, melainkan teknik yang tepat. Mulai dari pemilihan daun segar, waktu masak yang singkat, hingga kontrol suhu—semuanya berperan penting dalam menjaga rasa dan tampilan.


Dengan penanganan yang benar, daun obha tetap bisa menjadi sayuran tradisional yang lezat, sehat, dan bernilai tinggi untuk menu rumahan maupun dapur usaha.

 


Comments


© 2025 Kiosayur. All rights reserved.

bottom of page