Manfaat Serat (Selulosa) dalam Buah dan Sayur bagi Kesehatan Pencernaan
- kiosayur
- Dec 13, 2025
- 2 min read

Di era serba cepat seperti sekarang, banyak orang lebih memilih makanan instan, fast food, dan junk food karena praktis dan mudah didapat. Sayangnya, pola makan seperti ini sering kali rendah serat dan tinggi pengawet serta penyedap rasa.
Kondisi ini membuat konsumsi sayur dan buah semakin terabaikan, baik pada anak-anak, remaja, hingga orang dewasa produktif yang tinggal di kos atau memiliki jadwal padat. Padahal, serat khususnya selulosa memegang peran penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan.
Menurut Supriyanta, S.Kep., Ners. (RSUP Dr. Kariadi), makanan yang dimasak sendiri dengan sayur segar dan buah tanpa pengawet jauh lebih baik untuk mendukung fungsi pencernaan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Apa Itu Serat (Selulosa)?
Serat atau selulosa merupakan bagian dari tumbuhan yang tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan manusia. Meski tidak diserap tubuh, serat memiliki fungsi vital, terutama dalam:
Melancarkan buang air besar
Menjaga kesehatan usus
Mengontrol pergerakan sisa makanan di saluran cerna
Serat banyak ditemukan dalam sayuran segar, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh.
Manfaat Serat dalam Buah dan Sayur bagi Pencernaan
1. Mengurangi Risiko Wasir (Hemoroid)
Asupan serat yang cukup membantu menyerap air dan membuat feses lebih lunak. Hal ini mempermudah proses buang air besar tanpa perlu mengejan berlebihan.
BAB yang lancar dan teratur (1–2 hari sekali) akan mengurangi tekanan pada rektum, sehingga risiko wasir atau ambeien dapat ditekan. Sebaliknya, kekurangan serat membuat feses keras dan meningkatkan risiko pembengkakan pembuluh darah anus.
2. Menurunkan Risiko Usus Buntu (Apendisitis)
Kurangnya serat membuat feses berbentuk kecil dan keras seperti butiran, sehingga pergerakannya di usus menjadi lambat. Kondisi ini memungkinkan sisa kotoran masuk ke kantong usus buntu (apendiks) dan memicu peradangan.
Konsumsi sayur dan buah berserat membantu membentuk feses yang lebih besar dan lunak, sehingga proses pembuangan menjadi lebih cepat dan aman.
3. Mengurangi Risiko Kanker Usus Besar
Serat membantu mempercepat waktu transit sisa makanan di usus besar. Dengan begitu, paparan zat karsinogen (pemicu kanker) terhadap dinding usus dapat diminimalkan.
Zat karsinogen sering berasal dari makanan olahan, pengawet, dan pewarna buatan. Pola makan rendah serat membuat zat ini lebih lama berada di usus, sehingga meningkatkan risiko kanker usus besar.
Serat dan Kesehatan Jangka Panjang
Selain mendukung kesehatan pencernaan, konsumsi serat dari buah dan sayur juga membantu:
Menjaga keseimbangan bakteri baik di usus
Mendukung daya tahan tubuh
Menurunkan risiko gangguan pencernaan kronis
Dengan pola makan tinggi serat, tubuh bekerja lebih optimal tanpa ketergantungan pada obat pencahar atau suplemen tambahan.
Serat (selulosa) dalam buah dan sayur bukan sekadar pelengkap makanan, melainkan komponen penting untuk menjaga kesehatan pencernaan. Konsumsi serat yang cukup membantu mencegah wasir, usus buntu, hingga kanker usus besar.
Di tengah gaya hidup modern yang serba instan, membiasakan konsumsi sayur dan buah segar adalah langkah sederhana namun sangat berdampak bagi kesehatan jangka panjang.







Comments