top of page

Kenapa Cabai Bisa Bikin Bahagia? Ini Penjelasan Ilmiahnya yang Bikin Kaget!

Cabai

Banyak orang bertanya-tanya, kenapa makan cabai bikin bahagia padahal rasanya pedas dan menyakitkan? Ternyata, jawabannya ada pada reaksi alami tubuh terhadap capsaicin, senyawa aktif yang membuat cabai terasa panas di lidah.


Saat kita makan makanan pedas, otak “mengira” bahwa tubuh sedang kepanasan — seolah-olah mulut tersentuh sesuatu yang suhunya di atas 140 derajat Celsius! Karena itu, tubuh langsung bereaksi dengan berkeringat, jantung berdebar, dan napas lebih cepat.


Namun, di balik reaksi itu, ada keajaiban kecil yang membuat kita merasa bahagia...


Capsaicin, Hormon Bahagia, dan Efek “Runner’s High

Menurut penelitian, capsaicin memicu pelepasan endorfin dan dopamin, dua hormon yang berperan penting dalam menciptakan rasa senang dan tenang. Efeknya mirip seperti yang dialami pelari setelah olahraga intens — dikenal sebagai “runner’s high”, yaitu perasaan euforia setelah menghadapi stres fisik ringan.


Itulah sebabnya banyak orang justru ketagihan makan pedas, meski berkeringat, menangis, atau kepanasan. Tubuh menafsirkan rasa sakit itu sebagai tantangan, lalu memberi “hadiah” berupa rasa bahagia setelahnya.


Nikmatnya “Rasa Sakit yang Aman”

Mengapa kita mau menikmati sensasi terbakar dari cabai? Menurut pakar makanan pedas Matt Gross, rasa pedas memberi pengalaman “controlled risk” — seperti naik roller coaster atau menonton film horor. Kita merasakan sensasi ekstrem tanpa benar-benar berada dalam bahaya.


Ketika makan cabai bersama teman atau keluarga, rasa panas itu menciptakan “discomfort bersama” yang justru membuat suasana lebih akrab, lucu, dan penuh tawa. Dari rasa perih di lidah, muncul rasa bahagia sosial yang mempererat hubungan antarorang.


Apakah Cabai Bisa Jadi Antidepresan Alami?

Beberapa studi terbaru bahkan menunjukkan bahwa capsaicin dapat berperan sebagai antidepresan alami (setidaknya pada hewan percobaan). Alasannya, capsaicin menstimulasi sistem saraf dan membantu tubuh memproduksi lebih banyak hormon pereda stres.


Meski penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan, tak heran banyak orang merasa lebih segar dan bahagia setelah menikmati sambal atau makanan pedas kesukaannya.


Rasa pedas bukan sekadar soal lidah terbakar — tapi tentang cara tubuh dan pikiran menghadapi tantangan kecil yang memberi efek bahagia. Capsaicin mengajarkan kita untuk menikmati rasa sakit, berani menghadapi stres, dan menemukan kenikmatan di dalamnya. Jadi, saat kamu menangis karena sambal terlalu pedas… bisa jadi itu air mata bahagia!


Mau cabai segar dan pedasnya mantap untuk sambal favoritmu? Dapatkan cabai merah, rawit, dan keriting segar langsung dari kebun hanya di Kiosayur.com — dijamin segar, pedasnya nyata, dan bikin mood kamu naik lagi!


Comments


© 2025 Kiosayur. All rights reserved.

bottom of page