Jenis-Jenis Kacang Panjang yang Wajib Dikenal Petani
- kiosayur
- Oct 15, 2025
- 2 min read

Kacang panjang menjadi salah satu sayuran favorit di meja makan masyarakat Indonesia. Selain mudah ditemukan di pasar, tanaman ini juga tergolong produktif dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun, tahukah Anda bahwa kacang panjang ternyata memiliki beberapa jenis dan varietas berbeda?
Dari segi bentuk, warna, hingga panjang polongnya, setiap jenis kacang panjang memiliki karakteristik unik yang penting diketahui oleh para petani dan pelaku agribisnis.
Berikut penjelasan lengkap tentang jenis dan varietas kacang panjang yang populer di Indonesia.
1. Kacang Panjang Biasa
Kacang panjang biasa merupakan jenis yang paling banyak dibudidayakan oleh petani. Ciri khasnya adalah batang yang panjang dan membelit, dengan panjang polong sekitar 40 cm. Ketika masih muda, polongnya berwarna hijau cerah, namun akan berubah menjadi putih saat sudah tua.
Bentuk bijinya bulat panjang agak pipih, dan beberapa di antaranya melengkung. Warna biji bervariasi mulai dari kuning, coklat, hitam, putih, hingga kekuningan. Ukuran bijinya sekitar 5–6 mm x 8–9 mm. Beberapa kultivar kacang panjang biasa yang terkenal antara lain Lokal Ciwidey dan Lokal Subang.
2. Kacang Panjang Usus
Sesuai namanya, jenis ini disebut "kacang panjang usus" karena bentuk polongnya yang sangat panjang — bahkan bisa mencapai lebih dari 80 cm! Batangnya mirip dengan kacang panjang biasa, namun polong mudanya berwarna hijau keputihan dan akan berubah menjadi putih kekuningan saat tua.
Biji kacang panjang usus biasanya berwarna putih atau putih dengan bercak merah. Beberapa varietas populer antara lain Usus Putih, Usus Subang, dan Usus Purwokerto. Kelebihannya, jenis ini sering dipilih oleh petani karena hasil panennya panjang dan menarik di pasar tradisional maupun modern.
3. Varietas Kacang Panjang Unggulan di Indonesia
Selain dua jenis utama di atas, Kementerian Pertanian Indonesia juga telah melepas beberapa varietas unggulan yang dikembangkan dari hasil pemuliaan. Berikut di antaranya:
a. Varietas Kacang Panjang 1 (KP-1)
Berasal dari daerah Bekasi, varietas KP-1 memiliki batang hijau muda berbentuk segi enam dan daun berbentuk delta dengan ujung runcing. Bunganya berwarna biru muda menyerupai kupu-kupu.
Dalam satu tanaman, KP-1 bisa menghasilkan 4 hingga 15 polong dengan panjang 40–75 cm. Polong mudanya dikenal renyah dan agak manis, sehingga digemari oleh konsumen.
b. Varietas Kacang Panjang 2 (KP-2)
Varietas ini berasal dari Bogor dan memiliki tinggi tanaman mencapai 2 meter atau lebih. Daun dan bunga KP-2 mirip dengan KP-1, tetapi polongnya sedikit lebih pendek, yaitu sekitar 35–70 cm. Setiap tanaman dapat menghasilkan 5–18 polong, membuatnya ideal untuk budidaya skala besar.
c. Varietas Kacang Panjang Usus Hijau
Jenis ini berasal dari Banyumas dan menjadi salah satu varietas unggulan petani lokal. Tinggi tanaman mencapai 214–240 cm, dengan daun berbentuk delta berwarna hijau halus.
Bunganya berwarna ungu muda, sementara polongnya panjang berbentuk gilig dengan warna hijau tua. Rasanya renyah dan manis, menjadikannya favorit di pasar sayur segar.
Setiap jenis dan varietas kacang panjang memiliki karakteristik dan keunggulannya masing-masing. Bagi petani atau pelaku usaha sayur segar, mengenali perbedaan ini sangat penting untuk menentukan jenis kacang panjang yang paling cocok dengan kondisi lahan, pasar, dan preferensi konsumen.
Agar hasil panen lebih maksimal, pastikan Anda menggunakan bibit unggul dan perawatan yang tepat, termasuk pengairan teratur dan pengendalian hama alami.
Jika Anda membutuhkan pasokan kacang panjang segar untuk bisnis restoran, hotel, atau supermarket, Anda bisa memesan langsung melalui supplier sayur terpercaya — Kiosayur.com yang menyediakan kacang panjang segar pilihan dari petani lokal Indonesia.







Comments