Cara Menyimpan Sayuran Daun vs Sayuran Akar: Ternyata Perbedaanya Cukup Mengejutkan!
- kiosayur
- Oct 1, 2025
- 2 min read

Tahukah kamu bahwa cara menyimpan sayuran daun dan sayuran akar ternyata berbeda? Banyak orang masih menyamakan cara penyimpanan bayam dengan wortel, padahal keduanya punya karakteristik yang berbeda. Selain itu, kandungan gizinya juga tak sama. Yuk, kita bahas perbedaannya satu per satu.
Apa Itu Sayuran Daun?
Sayuran daun adalah bagian tanaman yang berupa daun dan menjadi tempat utama terjadinya fotosintesis. Karena itu, sayuran daun biasanya kaya akan vitamin dan mineral, terutama vitamin A, C, K, serta asam folat (B11) yang penting untuk pembentukan sel darah merah dan kesehatan saraf.
Contoh sayuran daun:
Bayam
Kangkung
Selada
Sawi
Kale
Ciri khas sayuran daun:
Rendah karbohidrat
Tinggi serat, protein, dan mineral
Banyak kandungan air → mudah layu bila tidak disimpan dengan benar
Apa Itu Sayuran Akar?
Berbeda dengan sayuran daun, sayuran akar adalah bagian tanaman yang tumbuh di bawah tanah, berfungsi sebagai penyimpan energi dalam bentuk pati dan karbohidrat. Karena itu, sayuran akar cenderung lebih tinggi kalori dan mengenyangkan.
Contoh sayuran akar:
Wortel
Singkong
Ubi jalar
Kentang
Bit
Ciri khas sayuran akar:
Kaya karbohidrat (terutama pati)
Lebih rendah kadar air
Tahan lama jika disimpan dengan benar
Cara Menyimpan Sayuran Daun Agar Tetap Segar
Karena kandungan airnya tinggi, sayuran daun lebih cepat layu. Berikut tips menyimpannya:
Cuci bersih lalu keringkan – kelembapan berlebih bisa mempercepat pembusukan.
Gunakan wadah kedap udara atau plastik berlubang kecil – menjaga kelembapan tetap stabil.
Simpan di chiller/kulkas bagian bawah dengan suhu sekitar 1–4°C.
Gunakan dalam 2–5 hari agar tetap segar.
Cara Menyimpan Sayuran Akar Agar Tahan Lama
Sayuran akar lebih awet dibanding sayuran daun. Namun, tetap perlu penyimpanan yang tepat:
Jangan langsung dicuci sebelum disimpan, cukup bersihkan tanah kering yang menempel.
Simpan di tempat kering dan sejuk (bisa di kulkas bagian bawah atau ruang penyimpanan khusus).
Jangan dicampur dengan buah yang menghasilkan etilen (seperti apel dan pisang), karena bisa mempercepat pembusukan.
Bisa bertahan 1–3 minggu, bahkan beberapa bulan untuk jenis tertentu seperti kentang.
Perbedaan utama sayuran daun dan sayuran akar terletak pada kandungan gizi dan cara penyimpanannya.
Sayuran daun → kaya vitamin, cepat layu, cocok untuk konsumsi harian.
Sayuran akar → kaya karbohidrat & serat, lebih tahan lama, cocok untuk stok.
Dengan mengetahui cara menyimpan yang tepat, kamu bisa menikmati sayuran segar lebih lama tanpa khawatir cepat busuk.







Comments