top of page

Bawang Putih Kating vs Biasa: Mana yang Lebih Enak dan Berkualitas? Ini Jawabannya!

bawang putih kating
source: Pinterest

Kalau kamu sering masak, pasti sadar bahwa bawang putih bukan sekadar bumbu — tapi jiwa dari setiap masakan! Tapi tahukah kamu kalau tidak semua bawang putih itu sama? Ada dua jenis yang paling sering kita temui di pasar: bawang putih kating dan bawang putih biasa (lokal atau impor jenis lain).


Banyak orang bilang bawang putih kating lebih harum dan kuat rasanya. Tapi, apakah benar begitu? Yuk, kita bahas perbedaan lengkapnya supaya kamu tahu mana yang paling cocok buat dapurmu!


1. Asal dan Penampilan Fisik

Bawang Putih Kating

Bawang putih kating umumnya berasal dari Tiongkok, tapi kini juga mulai dibudidayakan di Indonesia. Ciri khasnya:

  • Siung kecil-kecil tapi padat

  • Kulit luar tipis dan putih bersih

  • Tekstur lebih kering dan ringan

Bawang Putih Biasa (Lokal)

Sementara itu, bawang putih lokal biasanya memiliki:

  • Siung besar-besar

  • Kulit agak tebal dan berwarna putih kekuningan

  • Kandungan air lebih tinggi

Perbedaan fisik ini sudah bisa terlihat jelas bahkan sebelum dikupas!

2. Aroma dan Rasa

Nah, di sinilah perbedaan paling mencolok.

  • Bawang Putih Kating: Aromanya lebih tajam dan kuat, bahkan setelah dimasak masih terasa “nendang”.

  • Bawang Putih Biasa: Lebih lembut dan manis ringan, cocok untuk masakan rumahan yang tidak terlalu beraroma menusuk.

Chef profesional sering memilih bawang kating untuk masakan western, Chinese food, atau saus yang butuh aroma khas bawang kuat. Sedangkan bawang putih biasa cocok untuk tumisan harian, sambal, atau masakan nusantara yang bumbunya sudah kompleks.

3. Tekstur Saat Dimasak

Karena kadar air bawang kating lebih rendah, hasil tumisannya:

  • Cepat kering dan garing

  • Tidak banyak mengeluarkan air

  • Wangi bawangnya lebih cepat keluar

Sementara bawang putih biasa lebih lambat kering dan kadang terasa lembek saat digoreng, tapi memberikan rasa manis alami yang khas.

Tips: Campurkan keduanya untuk hasil tumisan yang seimbang antara aroma tajam dan rasa gurih alami!

4. Harga dan Ketersediaan

Secara umum, bawang putih kating lebih mahal daripada bawang putih biasa. Hal ini karena:

  • Ukuran siung kecil (butuh banyak untuk 1 kg)

  • Rasa dan aroma lebih premium

  • Banyak digunakan oleh restoran dan industri kuliner

Namun, harga yang lebih tinggi sepadan dengan kualitas dan daya tahan simpan yang lebih baik — kating tidak cepat lembek atau busuk jika disimpan di tempat kering.

5. Kandungan Nutrisi dan Kegunaan

Keduanya sama-sama mengandung allicin, senyawa yang bermanfaat untuk:

  • Menurunkan kolesterol

  • Meningkatkan daya tahan tubuh

  • Menjaga kesehatan jantung

Bedanya, karena bawang kating lebih pekat, aroma dan rasa “obat alami”-nya terasa lebih kuat — cocok juga untuk jamu atau campuran minuman herbal.


Mana yang Lebih Baik?

Kalau kamu suka aroma dan rasa bawang yang kuat, bawang putih kating jelas juaranya.Tapi kalau kamu ingin rasa lebih ringan dan ekonomis, bawang putih biasa tetap jadi pilihan tepat.

Intinya:

  • Bawang putih kating = premium dan tajam

  • Bawang putih biasa = lembut dan serbaguna

Keduanya punya tempat masing-masing di dapur — tinggal sesuaikan dengan jenis masakan dan selera kamu!


Mau pakai bawang putih kating segar langsung dari supplier terpercaya? Pesan sekarang di Kiosayur — supplier sayur dan bumbu segar pilihan untuk restoran, cafe, dan bisnis kuliner!

Comments


© 2025 Kiosayur. All rights reserved.

bottom of page