top of page

3 Bisnis yang Sukses Ubah Sampah Makanan Jadi Keuntungan Besar

Limbah Makanan

Tahukah kamu? Sekitar sepertiga dari seluruh makanan yang diproduksi di dunia tidak pernah dimakan — entah karena hilang di rantai pasok atau dibuang oleh rumah tangga dan bisnis. Ironisnya, di saat yang sama, 1 dari 10 orang di dunia masih kelaparan.


Menurut data dari World Resources Institute (WRI), kondisi ini menyebabkan kerugian ekonomi global mencapai lebih dari 1 triliun dolar AS per tahun, serta emisi karbon tinggi dari tumpukan makanan busuk di tempat pembuangan akhir.


Namun kini, paradigma mulai berubah. Beberapa perusahaan melihat limbah makanan bukan lagi sampah, melainkan bahan baku berharga yang bisa menghasilkan profit besar sekaligus menyelamatkan lingkungan.


1. Chanzi: Ubah Limbah Makanan Jadi Pakan Ternak dan Pupuk Ramah Lingkungan

Didirikan pada tahun 2019 di Tanzania oleh Sune Mushendwa dan Andrew Wallace, Chanzi memanfaatkan larva lalat tentara hitam (black soldier fly) untuk mengubah limbah makanan menjadi protein hewani berkelanjutan dan pupuk organik.


Chanzi bekerja sama dengan perusahaan pengelola sampah lokal seperti Taka Taka Solutions di Kenya untuk mengumpulkan limbah organik dari pasar, restoran, hingga pabrik makanan. Limbah tersebut kemudian dijadikan pakan larva yang nantinya diolah menjadi pakan ternak berkualitas tinggi untuk ayam, ikan, dan babi.


Hasil sampingnya, berupa pupuk alami dari kotoran larva, dijual kepada petani lokal dengan harga 80% lebih murahdari pupuk sintetis. Hingga kini, Chanzi telah mengolah lebih dari 10.000 ton limbah organik, menciptakan 800 lapangan kerja, serta mengurangi 250 ton emisi metana—setara dengan mengurangi lebih dari 1.000 mobil di jalan selama setahun.


2. EatCloud: Aplikasi Digital yang Menyalurkan Makanan Berlebih ke yang Membutuhkan

Di Kolombia, startup EatCloud karya Jorge Correa hadir dengan solusi digital yang menghubungkan supermarket, restoran, dan hotel dengan bank makanan serta organisasi sosial agar makanan berlebih tidak terbuang sia-sia.


Lewat platform berbasis kecerdasan buatan (AI), EatCloud secara otomatis mencocokkan makanan berlebih dengan pihak yang membutuhkan di wilayah terdekat. Sejak diluncurkan pada 2020, EatCloud telah menyalurkan lebih dari 40.000 ton makanan, setara dengan 92 juta porsi santapan, serta mengurangi 85.000 ton emisi karbon.


Selain itu, perusahaan ini juga membantu pemerintah Kolombia dan Meksiko dalam program Zero Hunger Alliance, dan bahkan memenangkan penghargaan International Award for Best Practices in Sustainable Development dari UN-Habitat.


3. WasteX: Solusi Pintar Ubah Limbah Pertanian Jadi Biochar

Limbah pertanian seperti daun, batang, dan kotoran hewan sering kali dibakar oleh petani untuk membersihkan lahan — menghasilkan polusi udara dan emisi karbon tinggi. Namun WasteX, startup asal Asia Tenggara yang didirikan oleh Pawel Kuznicki, hadir membawa solusi: mengubah limbah pertanian menjadi biochar, bahan mirip arang yang bisa meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.


Di Indonesia, hasil uji coba 20 lahan jagung menunjukkan bahwa penggunaan biochar mampu meningkatkan hasil panen hingga 95% sambil menghemat pupuk kimia 50%. Dari Januari hingga September 2024, WasteX telah mengolah 38 ton limbah menjadi 14 ton biochar, dan mencegah hampir 20 ton emisi karbon.


Lebih hebatnya lagi, WasteX melatih kelompok petani perempuan di Jawa Timur untuk mengolah biochar dan meningkatkan produktivitas tanaman cabai dan tomat. Teknologi mereka telah diakui oleh Carbon Standards International, yang memungkinkan petani menjual kredit karbon ke pasar global.


Limbah Bukan Akhir, tapi Awal dari Peluang

Ketiga startup di atas membuktikan bahwa masalah food waste bisa jadi peluang bisnis bernilai tinggi. Selain membantu menekan emisi dan mengurangi kelaparan, mereka juga membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi lokal.


Namun, laporan dari World Resources Institute (WRI) menyebutkan bahwa untuk mengatasi krisis limbah makanan global, dibutuhkan investasi sekitar $50 miliar per tahun, sementara dana yang tersedia saat ini masih di bawah $0,1 miliar.Artinya, peluang investasi di sektor ini masih terbuka lebar bagi siapa pun yang ingin ikut membangun masa depan pangan yang lebih hijau dan berkelanjutan.


Transformasi limbah makanan menjadi bisnis bernilai ekonomi bukan lagi sekadar mimpi. Dengan inovasi, teknologi, dan dukungan investasi yang tepat, food waste bisa menjadi sumber keuntungan baru sekaligus penyelamat bumi.


Ingin berkontribusi pada pertanian berkelanjutan dan pengelolaan sayuran segar tanpa limbah? Mulai langkah hijau bersama Kiosayur — supplier sayuran premium dan ramah lingkungan untuk kebutuhan restoran, kafe, dan bisnis kuliner Anda!


Comments


© 2025 Kiosayur. All rights reserved.

bottom of page